Kebijakan mandatori B50 yang berlaku penuh mulai 1 Oktober 2026 masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Kesiapan yang compang-camping di berbagai sektor dikhawatirkan memunculkan masalah baru.
Meski mimpi kemandirian energi patut didukung, konsep yang tak matang jika dipaksakan hanya akan melahirkan beban baru. Hal ini justru mengaburkan visi 'mandiri energi' yang dicanangkan.
>>> Harga Emas Antam 10 Agustus 2026 Stagnan di Rp2.690.000 per Gram
Sorotan Utama B50
Isu mandatori B50 menjadi sorotan utama dalam Bloomberg Businessweek Indonesia Edisi Agustus 2026. Berbagai persoalan mengiringi kebijakan ini, mulai dari petani, industri kelapa sawit, hingga rumah tangga.
Beban impor solar yang diharapkan hilang justru berisiko digantikan biaya lain yang tak kalah besar. Biaya modal pembuatan B50 menjadi salah satu konsekuensi yang perlu diantisipasi.
Mesin Ekonomi Lansia
Di sisi lain, populasi Indonesia yang menua melahirkan peluang ekonomi baru. Pada 2025, penduduk berusia di atas 65 tahun mencapai 12% atau 72,30 juta jiwa.
Kebutuhan seputar lansia pun bermunculan, seperti pusat kebugaran khusus, rumah istirahat lansia, hingga restoran dengan pelayan lansia. Ini menjadi daya tarik tersendiri.
>>> Andika Kangen Band Sakit Apa? Posisinya Digantikan Praz Teguh karena Terbaring Lemah di RS
Namun, sistem jaminan sosial yang belum ideal dan dominasi sektor informal membuat banyak orang tua bekerja hingga usia lanjut.
Risiko 'tua sebelum kaya' menjadi nyata.
Jakarta dan Pusat Data
Rubrik Selasar menyoroti Jakarta yang semakin sesak dengan pusat data. Kebutuhan internet yang besar mendorong pembangunan pusat data di kawasan padat.
>>> Tata Kelola Tambang Dinilai Lebih Penting daripada Royalti dalam Penerbitan RKAB
Namun, pusat data sangat rakus air dan berisiko membebani lingkungan. Ini menjadi perhatian serius di tengah padatnya populasi.
