Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik agar tidak membawa pulang makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Makanan MBG sebaiknya dikonsumsi sesuai waktu dan tempat yang ditentukan untuk menjaga keamanan dan kualitas pangan.
>>> Rumah Yatim Salurkan Bantuan ke 453.558 Penerima Manfaat di 19 Provinsi pada Semester I 2026
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, makanan MBG yang dibawa pulang berpotensi mengalami perubahan kualitas.
Hal itu karena makanan berada di luar pengawasan penyelenggara program.
Imbauan untuk Sekolah dan Guru
Imbauan tersebut disampaikan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, pada Senin (10/8).
Ia meminta pihak sekolah dan guru turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai ketentuan konsumsi makanan MBG.
"Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," ujar Sudaryono.
Alasan Makanan MBG Tidak Boleh Dibawa Pulang
Sudaryono menjelaskan, kualitas makanan tidak dapat sepenuhnya dipastikan setelah makanan dibawa keluar dari pengawasan penyelenggara.
>>> Salomon XT 6: Sneaker Trail yang Nyaman untuk Aktivitas Harian di Perkotaan
Salah satunya berkaitan dengan cara dan kondisi penyimpanan makanan hingga akhirnya dikonsumsi.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko makanan mengalami kerusakan yang berpotensi menyebabkan keracunan.
"Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi," jelasnya.
Sudaryono mengungkapkan, dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, tidak hanya siswa yang terdampak.
Orang tua siswa juga disebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah.
>>> Kejagung Dalami TPPU Febrie, Periksa Saksi dari Bank dan Swasta
"Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," ungkapnya.
