Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca di berbagai wilayah Indonesia.
Pada Rabu, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berpeluang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar.
>>> Di Taiwan, Pasangan WNI China Hadapi Pertanyaan tentang Kesetiaan
Di sisi lain, sebagian wilayah Indonesia masih dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau terasa lebih kering, terutama di Sumatera Selatan.
Perbedaan karakter cuaca ini menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki kondisi atmosfer yang berbeda, sehingga masyarakat perlu mengikuti informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum beraktivitas.
Daerah Konvergensi Tingkatkan Peluang Terbentuknya Awan Hujan
Prakirawan BMKG, Miftah Ali, menjelaskan bahwa secara umum terdapat daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jalur tersebut melintasi pesisir barat Sumatera Utara, Riau, Samudra Hindia bagian selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara menuju Sabah, Laut Sulu, Selat Makassar, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, Papua, serta perairan barat dan selatan Papua Selatan.
>>> Serangan Baru di Jalur Pelayaran Saat Negosiasi Perang Iran Buntu
"Keberadaan daerah konvergensi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilaluinya," jelas BMKG dalam prakiraan cuaca hariannya.
Kondisi atmosfer tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu terbentuknya awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
Oleh karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi diguyur hujan disarankan tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca berubah secara tiba-tiba.
>>> Jadwal Persija Jakarta di Super League 2026/2027: Dua Laga Klasik di Pekan Awal
Daftar Kota yang Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG memprakirakan beberapa kota besar mengalami hujan ringan sepanjang hari, yaitu Medan dan Padang.
