Sebuah studi mengungkap fakta mengejutkan tentang industri K-pop: hanya 3,55 persen grup yang pernah menjual 300 ribu kopi album.
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun K-pop mendunia, keuntungannya hanya dinikmati segelintir nama.
>>> Chaeyoung TWICE Hengkang dari JYP, Aktivitas Grup Tetap Lanjut
Studi yang diterbitkan di Journal of Korea Entertainment Industry Association ini dilakukan oleh Kim Jeong-seop, profesor di Graduate School of Cultural Industry & Arts, Sungshin Women's University.
Penelitian mencakup 1.182 grup yang terdaftar di Korea Popmusic Industry Association, yang debut antara 1996 hingga akhir 2025.
Dari jumlah tersebut, 588 adalah girl group dan 594 boy group, dengan rata-rata 39,4 debut per tahun.
Hanya 97 grup (8,21 persen) yang berhasil menjual lebih dari 100 ribu kopi album, ambang batas yang dianggap sebagai terbentuknya fandom yang solid.
Sementara itu, 42 grup berhasil menembus 300 ribu kopi, angka yang dianggap sebagai titik impas biaya produksi dan pemasaran.
Hanya 19 grup (1,61 persen) yang mencapai 1 juta kopi.
Lebih mencengangkan lagi, hanya delapan aksi K-pop yang total penjualan albumnya melebihi 10 juta kopi, yaitu BTS, Seventeen, Stray Kids, EXO, TWICE, NCT, Tomorrow X Together, dan ENHYPEN.
Mereka hanya mewakili 0,68 persen dari semua grup yang dianalisis.
Mayoritas Grup K-pop Bubar Sebelum Tiga Tahun
Tingkat kelangsungan hidup grup K-pop juga sangat rendah.
Rata-rata grup bertahan aktif selama 4,12 tahun, atau 58,9 persen dari batas tujuh tahun kontrak eksklusif pertama di sebagian besar agensi.
>>> Kabar Duka: Sutradara Ahn Pan-seok Meninggal Dunia
Satu tahun setelah debut, 87,99 persen grup masih aktif.
Namun, angka ini turun drastis menjadi 55,03 persen setelah tiga tahun, 36,62 persen setelah lima tahun, 26,14 persen setelah tujuh tahun, dan hanya 17,92 persen yang bertahan hingga sepuluh tahun.
