Hujan deras dengan curah hujan memecahkan rekor melanda kota-kota di timur Tokyo pada Kamis malam hingga Jumat pagi.
Banjir merendam jalanan dan puluhan rumah, menyebabkan ribuan orang terjebak, serta memutus aliran listrik.
>>> AS Ancam Iran dengan Isolasi Ekonomi yang Belum Pernah Terjadi
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menurunkan peringatan hujan lebat paling parah di lebih dari belasan kota di Prefektur Chiba pada Jumat pagi.
Namun, hujan diperkirakan masih akan turun lagi pada hari itu.
Sedikitnya empat orang ditemukan tewas dan satu orang dilaporkan hilang.
Seorang pria ditemukan mengambang di jalan banjir di Kota Ichikawa, dan seorang wanita terjebak di mobil terendam di Kota Sakura.
Satu orang lainnya yang ditarik dari mobil terendam di Kota Kashiwa diduga tewas.
>>> Prabowo: Digitalisasi Bansos Tekan Biaya dan Percepat Verifikasi
Pasukan Bela Diri Jepang mengirim bus untuk menjemput sekitar 4.000 orang yang menginap di Stasiun Soga. Ribuan orang lainnya terjebak di Bandara Narita karena kereta berhenti beroperasi.
Layanan kereta sebagian dilanjutkan pada Jumat pagi dengan penundaan, sementara penerbangan di Narita beroperasi normal. Banyak orang mencoba pulang setelah liburan Bon.
Ratusan orang mengungsi di gedung pemerintah Prefektur Chiba. Lebih dari 80 rumah terendam dan hampir 230.000 warga diimbau mengungsi.
Hujan deras juga menyebabkan pemadaman listrik bagi sekitar 23.000 rumah pada Jumat pagi, turun dari 68.000 sebelumnya.
Curah hujan mencapai 11,5 sentimeter dalam satu jam di Kota Chiba dan 9,7 sentimeter di Sakura, memecahkan rekor.
>>> Tio Ferdian Rahmana Klarifikasi Isu Aborsi, Siapa Sebenarnya?
Pejabat JMA Takuya Hosomi dalam konferensi pers darurat mengatakan curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya tercatat.
