Harga daging sapi di Pasar Raya Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut membuat daya beli masyarakat menurun dan omzet pedagang daging sapi ikut merosot drastis.
>>> Sekolah untuk Keluarga Militer AS Terapkan Kurikulum Peradaban Barat dan Kristen
Sejumlah pedagang mengaku terpaksa menekan keuntungan agar daging tetap terjual.
Bahkan, pembeli yang biasanya membeli satu kilogram kini mengurangi jumlah belanja menjadi seperempat hingga seperlima kilogram.
Basir, 48 tahun, pedagang daging sapi potong segar di belakang Pasar Parung, Jalan H Mawi, mengatakan harga daging saat ini berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Menurut dia, dirinya memilih menjual daging Rp140 ribu per kilogram agar tetap bisa menarik pembeli.
Dengan harga tersebut, keuntungan yang diperoleh hanya sekitar Rp2 ribu per kilogram.
“Kalau dijual Rp150 ribu per kilo, pembeli pada kabur.
Dijual Rp140 ribu sudah untung tipis, cuma Rp2 ribu,” kata Basir kepada Pos Kota, Jumat, 14 Agustus 2026.
>>> Kejutan Saldo Masuk: Pengembalian Tarif Impor Kini Mengalir ke Konsumen
Basir menuturkan, kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak setelah Idul Adha 2025.
Harga yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram kini kembali melonjak.
Saat harga masih normal, Basir mengaku mampu menjual sekitar 30 kilogram daging sapi dalam sehari.
Namun, ketika harga mencapai Rp140 ribu-Rp150 ribu per kilogram, penjualannya turun menjadi sekitar 14 kilogram per hari.
“Kalau harga normal bisa habis 30 kilogram. Sekarang paling cuma sanggup menjual 14 kilogram dengan untung kecil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, daging sapi yang diperolehnya dari tempat pemotongan atau jagal di wilayah Bojongsari dibanderol sekitar Rp138 ribu per kilogram.
>>> Serapan APBD Pandeglang Baru 42,98 Persen, DPKAD Sebut DAU SG Jadi Penyebab
Karena itu, harga jual kepada konsumen hanya bisa ditekan menjadi Rp140 ribu per kilogram.
