Sutradara Yosep Anggi Noen mengungkapkan sejumlah perubahan cerita dalam film Laut Bercerita yang diadaptasi dari novel karya Leila S.
Chudori.
>>> Setelah The Odyssey, Visinema Hadirkan Film Kolosal Perang Jawa
Dalam proses adaptasi, ia bekerja sama dengan Leila untuk menyusun ulang cerita menjadi skenario yang cocok untuk sinema.
Kolaborasi itu menghasilkan penyesuaian sehingga struktur cerita versi film berbeda dari novel.
Versi film disebut lebih fokus pada persahabatan Biru Laut serta penantian keluarga yang ditinggalkan.
Fokus pada Hubungan Antar Karakter
Menurut Yosep Anggi, film tidak hanya berfokus pada konflik dan latar politik, tetapi juga memberi ruang bagi hubungan antarkarakter.
Ia dan Leila berproses panjang untuk menuliskan skenario yang sesuai untuk sinema.
Mereka mencoba menampilkan perasaan yang menusuk, menginspirasi, dan menghangatkan, seperti persahabatan dan keluarga.
Plot novel memiliki dua bagian besar melalui perspektif Biru Laut dan adiknya, Asmara Jati.
Bagian pertama mengikuti kehidupan Laut sebagai mahasiswa aktivis era 1990-an, termasuk penangkapan dan penghilangannya.
Bagian kedua beralih pada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan, terutama dari sudut pandang Asmara Jati.
Kedua sudut pandang tetap dipertahankan dalam film, dengan menjaga keseimbangan kisah Laut dan orang-orang yang ditinggalkan.
Film juga membuka cerita persahabatan Laut dan teman-temannya.
>>> Netflix Digugat Band Demon Hunter soal Nama Tur KPop Demon Hunters
Peran Sentral Ratih Anjani
Versi film tidak hanya berbicara tentang aktivisme atau peristiwa 1998, tetapi juga memperlihatkan kehidupan karakter di sekitar Laut, seperti Ratih Anjani.
Dalam novel, Anjani hadir melalui cerita, mimpi, dan surat-surat yang dituliskan Laut.
Perubahan dan penderitaan Anjani setelah kehilangan Laut terlihat melalui narasi Asmara Jati.