unique visitors counter
⌂ Beranda News Emas dan Bitcoin Melonjak Pekan Ini, Dipicu Aksi Treasury dan Dorongan Trump
News

Emas dan Bitcoin Melonjak Pekan Ini, Dipicu Aksi Treasury dan Dorongan Trump

Emas dan Bitcoin Melonjak Pekan Ini, Dipicu Aksi Treasury dan Dorongan Trump
Emas dan Bitcoin Melonjak Pekan Ini, Dipicu Aksi Treasury dan Dorongan Trump
A A Ukuran Teks16px

Harga emas dan bitcoin melonjak pekan ini, didorong oleh aksi dramatis di pasar obligasi dan aktivitas di Washington.

Kedua aset ini mendapat angin segar setelah Treasury AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi jangka panjang.

>>> Iran: Negara yang Ikut Sanksi AS Dianggap Musuh

Bitcoin sempat jatuh dari level tertinggi Januari sekitar $95.000 menjadi di bawah $60.000 pada akhir Juni.

Investor menghindari aset spekulatif dan pelaku kripto khawatir akan kurangnya perkembangan regulasi industri.

Pada Jumat, bitcoin naik di atas $77.000.

Sementara itu, emas yang sempat mencapai puncak $5.300 pada Januari dan turun ke sekitar $4.000 pada Juni, berhasil naik ke $4.661 pada Jumat.

Treasury Masuk ke Pasar Obligasi

Pada Rabu, Treasury AS mengumumkan akan setidaknya menggandakan pembelian obligasi pemerintah jangka panjang. Langkah ini dimaksudkan untuk menenangkan pasar obligasi setelah aksi jual berkelanjutan.

Intervensi ini memicu pertanyaan tentang apakah pemerintah mencoba menurunkan biaya pinjaman meskipun ada tekanan inflasi.

Menteri Keuangan Scott Bessent berupaya menurunkan biaya pinjaman jangka panjang, yang dapat meningkatkan inflasi.

Tindakan Bessent berpotensi membatasi Federal Reserve yang memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga.

Utang dan Inflasi Memanaskan 'Debasement Trade'

Utang nasional AS menembus rekor $40 triliun pada hari yang sama dengan aksi Treasury.

Angka ini tercatat hanya lima bulan setelah AS mencapai $39 triliun pada Maret, dan $38 triliun pada Oktober.

Kekhawatiran inflasi meningkat, terutama karena konflik di Iran dan melonjaknya harga energi.

Jika imbal hasil obligasi AS tidak mencerminkan risiko, nilai dolar bisa tertekan, dan itu terjadi pada Rabu.

>>> Karhutla Kalimantan: DPD RI Dorong Restorasi Gambut untuk Cegah Krisis Asap

📰 Update Terbaru