unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Kasus Bocornya Musik, Ariana Grande Kini Bisa Panggil Paksa Hacker
Hiburan

Kasus Bocornya Musik, Ariana Grande Kini Bisa Panggil Paksa Hacker

Kasus Bocornya Musik, Ariana Grande Kini Bisa Panggil Paksa Hacker
Kasus Bocornya Musik, Ariana Grande Kini Bisa Panggil Paksa Hacker
A A Ukuran Teks16px

Ariana Grande memperoleh izin dari pengadilan untuk mengajukan subpoena atau pemanggilan paksa jalur cepat. Langkah ini terkait gugatannya terhadap hacker yang diduga mencuri materi musiknya yang belum dirilis.

Pengajuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat membantu mengungkap identitas hacker anonim yang diduga mencuri materi musik tersebut.

>>> Ariana Grande Kecam Trump Lagi, Lagu 'We Can't Be Friends' Dipakai Tanpa Izin

Seperti diberitakan Variety pada Rabu (19/8), seorang hakim di Los Angeles pada Selasa (18/8) menyetujui permohonan Grande untuk proses pengungkapan informasi yang dipercepat.

Permohonan itu diajukan dengan alasan bahwa Grande tidak dapat mengidentifikasi para peretas. Ia juga meminta masa tunggu yang biasanya berlaku dapat ditiadakan.

"Mengingat tidak ada pihak yang dapat diberi pemberitahuan, tidak masuk akal untuk menunggu selama 16 hari tersebut," tulis Hakim Mark H. Epstein.

"Dan berdasarkan substansi permohonan, alasan yang kuat telah ditunjukkan."

Pada Selasa (18/8), kuasa hukum Grande mengajukan permohonan sepihak alias ex parte untuk proses pengungkapan informasi yang dipercepat.

Mereka berargumen bahwa jika identitas para tergugat tidak dapat diketahui, tindakan "peretasan, pencurian, penyebaran, penjualan, dan publikasi" atas karya kreatif Grande akan terus berlanjut.

Selain itu, terdapat "peningkatan risiko bahwa konten tambahan akan dicuri atau dijual, serta risiko hilangnya data akun, pelanggan, dan akses yang diperlukan untuk mengidentifikasi para tergugat."

>>> Plot Twist Reacher 4: Agnez Mo dan Anggun Ternyata Bukan Ibu-Anak Biasa

Pada 27 Juli, Ariana Grande menggugat dua peretas karena diduga meretas akun pribadi milik produser dan fotografer yang sudah bekerja sama dengannya.

Dalam dokumen gugatan, Grande menuding dua peretas yang disebut sebagai John Doe, melakukan peretasan terhadap "berbagai akun digital pribadi" sejak lama, dan yang terakhir adalah pada 2024.

📰 Update Terbaru