unique visitors counter
⌂ Beranda News Lawmaker Jepang Kunjungi Beijing untuk Perbaiki Hubungan Setelah Pernyataan Takaichi soal Taiwan
News

Lawmaker Jepang Kunjungi Beijing untuk Perbaiki Hubungan Setelah Pernyataan Takaichi soal Taiwan

Lawmaker Jepang Kunjungi Beijing untuk Perbaiki Hubungan Setelah Pernyataan Takaichi soal Taiwan
Lawmaker Jepang Kunjungi Beijing untuk Perbaiki Hubungan Setelah Pernyataan Takaichi soal Taiwan
A A Ukuran Teks16px

Sekelompok anggota parlemen Jepang dari berbagai partai bertolak ke Beijing pada Senin untuk mencoba memperbaiki hubungan yang tegang.

Langkah ini menyusul pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang Taiwan yang memicu kemarahan China dan berdampak pada ekonomi.

>>> Beredar Video Logo Bank Mandiri Dilepas, Publik Bertanya-tanya

Delegasi tersebut mencakup Gaku Hashimoto, anggota Partai Liberal Demokratik yang berkuasa dan mantan wakil menteri kesehatan, serta satu wakil dari partai oposisi Komeito dan Aliansi Reformasi Sentris (CRA).

Mereka dijadwalkan bertemu dengan pejabat Partai Komunis China selama kunjungan hingga Kamis.

Shinichi Isa, juru bicara CRA, mengatakan komunikasi telah terputus di semua bidang dan dampaknya mulai terlihat.

Ia berharap dapat menemukan celah untuk memulai kembali dialog.

Setelah menjabat, Takaichi menyatakan bahwa serangan China ke Taiwan dapat menjadi 'situasi yang mengancam kelangsungan hidup' Jepang, yang membenarkan penggunaan kekuatan.

Pernyataan itu membuat Beijing marah.

>>> Gempa NTT: Korban Meninggal Capai 100 Jiwa, 180 Ribu Warga Mengungsi

Isa, yang pernah menjadi diplomat di Kedutaan Besar Jepang di China, menulis di X bahwa hubungan bilateral telah memburuk ke titik terburuk sejak normalisasi 1972.

Ia menambahkan bahwa semua saluran antara pejabat dan kementerian telah diputus.

Situasi ini tidak menguntungkan kedua belah pihak, dan pihak China menerima permintaan lawmaker Jepang untuk 'jendela dialog'.

Kementerian Luar Negeri China pada Jumat lalu mencatat bahwa 'beberapa orang yang berpandangan jauh ke depan dari partai penguasa dan oposisi Jepang' khawatir tentang hubungan bilateral.

China mendesak pemerintah Jepang untuk menanggapi suara-suara tersebut dan mengambil tindakan konkret untuk menciptakan kondisi normal bagi pertukaran.

Pernyataan Takaichi melintasi garis merah China tentang Taiwan, pulau yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.

>>> Prancis Siap Berlakukan Larangan Ponsel di Sekolah Menengah Atas

Takaichi belum mencabut komentarnya, tetapi pada peringatan penyerahan Jepang dalam Perang Dunia II, ia berdoa dari jarak jauh daripada mengunjungi Kuil Yasukuni yang kontroversial.

📰 Update Terbaru