Delapan warga Korea Selatan dilaporkan hilang dan 10 lainnya terjebak akibat banjir besar di Nepal, menurut Kementerian Luar Negeri Seoul pada Rabu.
Delapan orang yang hilang adalah karyawan Korea South-East Power dan perusahaan konstruksi Doosan Enerbility. Mereka sedang bekerja pada pembangunan pembangkit listrik tenaga air di distrik Rasuwa, Nepal.
>>> Pelatihan Razor Wire bagi Petugas Security Menjelang Aksi 27 Agustus
Sepuluh warga Korea Selatan lainnya yang terkait dengan Doosan Enerbility juga terjebak di area tersebut dan menunggu evakuasi.
Pemerintah Nepal telah mengirim helikopter untuk mengevakuasi mereka, demikian pernyataan kementerian.
Kedutaan Besar Korea Selatan di Nepal memberi tahu pemerintah Nepal setelah mengetahui delapan warga tersebut hilang. Mereka meminta operasi pencarian dan penyelamatan segera.
Setelah mendapat laporan, Presiden Lee Jae Myung memerintahkan pihak berwenang untuk 'mengerahkan semua sumber daya yang tersedia' untuk operasi pencarian dan penyelamatan darurat.
>>> Tokoh Nasional Imbau Aksi 27 Agustus di DPR/MPR Tetap Tertib dan Kondusif
Hal ini disampaikan oleh juru bicara kepresidenan senior, Kang Yu-jung, dalam pemberitahuan kepada pers.
Banjir besar melanda distrik Rasuwa di Nepal utara, merusak jalan dan infrastruktur listrik. Otoritas setempat berupaya menilai skala kerusakan.
Banjir besar yang melanda distrik Rasuwa di Nepal utara juga merusak jalan dan infrastruktur listrik, sehingga menyulitkan upaya evakuasi dan penilaian kerusakan.
>>> Rekening Botok AMPB Kembali Aktif, Polda Cabut Penundaan Transaksi
Pemerintah Nepal telah mengirim helikopter untuk mengevakuasi warga Korea Selatan yang terjebak, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan untuk menemukan delapan orang yang hilang.
