unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Tak Buru-buru Akhiri Konflik Iran, Padahal Dulu Janji Cepat Selesai
News

Trump Tak Buru-buru Akhiri Konflik Iran, Padahal Dulu Janji Cepat Selesai

Trump Tak Buru-buru Akhiri Konflik Iran, Padahal Dulu Janji Cepat Selesai
Trump Tak Buru-buru Akhiri Konflik Iran, Padahal Dulu Janji Cepat Selesai
A A Ukuran Teks16px

Perang yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mencapai enam bulan pada Jumat (28/8/2026).

Ini menjadi tonggak yang canggung bagi Presiden Donald Trump, yang sebelumnya berulang kali meyakinkan rakyat Amerika bahwa konflik itu hanya 'ekskursi kecil' yang berlangsung beberapa minggu.

>>> Polisi Amankan 322 Orang Usai Ricuh Demo DPR, Sita Sajam dan Pikap

Namun, perang belum berakhir. Trump mengklaim melalui bom dan blokade, dia telah menghancurkan kepemimpinan, militer, dan ekonomi Iran.

Pekan ini, pemerintahannya mengatakan akan beralih fokus pada peningkatan tekanan ekonomi, bukan aksi militer, untuk mencoba menghabisi Iran.

Strategi yang berubah ini berpusat pada ancaman untuk menghukum negara atau entitas mana pun yang terus melakukan bisnis dengan Teheran.

Peralihan ke sanksi sebagai alat pilihan terjadi ketika pemerintah memperhitungkan persediaan amunisi yang menipis setelah berbulan-bulan perang.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan dapat melemahkan kesiapan militer AS di belahan dunia lain.

Saat konflik berlanjut, pembicaraan Trump tentang menemukan akhir cepat perang juga tampaknya memudar.

Trump menekankan pekan ini bahwa dia 'tidak terburu-buru' untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan. Dia terus menyuarakan bahwa kepemimpinan Republik Islam sedang di ujung tanduk.

"Mereka tidak membayar pasukan mereka. Mereka dalam masalah besar.

Mereka memiliki kapasitas yang sangat sedikit," kata Trump kepada wartawan Kamis (27/8/2026). "Kami tidak ingin berbicara dengan mereka.

Kami tidak mencari pertemuan atau apa pun," tambahnya.

Tidak jelas bagaimana atau apakah Trump akan menyikapi peringatan enam bulan konflik yang telah menghabiskan lebih dari 37,5 miliar dolar AS dan merusak popularitasnya menjelang pemilihan November yang kritis bagi partainya.

Presiden menghabiskan Jumat di Houston untuk menghormati kru NASA Artemis II atas misi 10 hari mereka mengelilingi bulan awal tahun ini.

📰 Update Terbaru