unique visitors counter
⌂ Beranda News Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Evakuasi Banjir, Korea Selatan Masih Negosiasi
News

Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Evakuasi Banjir, Korea Selatan Masih Negosiasi

Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Evakuasi Banjir, Korea Selatan Masih Negosiasi
Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Evakuasi Banjir, Korea Selatan Masih Negosiasi
A A Ukuran Teks16px

Nepal menyatakan tidak membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan setelah banjir bandang dahsyat melanda sejumlah kota pada Rabu lalu.

Kementerian Luar Negeri Nepal mengatakan pada Jumat bahwa mereka mampu menangani upaya evakuasi sendiri, meskipun beberapa negara menawarkan bantuan karena warga mereka hilang.

>>> Polda Metro: Aktivitas Warga Jakarta Kembali Normal, Waspada Provokasi

Banjir tersebut menerjang wilayah termasuk distrik Rasuwa dekat perbatasan China, meratakan seluruh kota, merusak pembangkit listrik tenaga air, dan menewaskan hampir 500 orang.

Ratusan warga asing masih hilang, termasuk dari Korea Selatan, yang telah mengirim tim respons dan akan mengirim tim bantuan bencana.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri, mengatakan pada Jumat bahwa tawaran bantuan adalah hal yang wajar, tetapi agensi keamanan mereka sudah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

"Untuk saat ini kami tidak memerlukan bantuan semacam itu," ujarnya.

Kathmandu Post melaporkan bahwa India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh telah meminta izin untuk mengirim tim pencarian dan penyelamatan.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan Nepal telah mengindikasikan bahwa mereka belum berencana menerima tim penyelamat asing.

"Korea Selatan akan terus bernegosiasi dengan Nepal mengenai masalah ini," tambah kementerian itu.

Seoul telah menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai $1 juta melalui organisasi internasional, kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan di X.

Sembilan warga Korea Selatan yang bekerja di pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang dan 10 lainnya terdampar, kata kementerian luar negeri Korea Selatan pada Rabu.

>>> Ketua Fed Warsh Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga Jika Inflasi Tak Kunjung Turun

Sensitivitas Wilayah Tibet

📰 Update Terbaru