unique visitors counter
⌂ Beranda News Lansia Pekalongan Kehilangan Bansos Akibat Data Terindikasi Judi Online
News

Lansia Pekalongan Kehilangan Bansos Akibat Data Terindikasi Judi Online

Lansia Pekalongan Kehilangan Bansos Akibat Data Terindikasi Judi Online
A A Ukuran Teks16px

Pasangan lansia Dayat (77) dan Darmi (63) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kehilangan bantuan sosial (bansos) yang biasa mereka terima.

Penyebabnya, data keduanya terdeteksi terindikasi aktivitas judi online. Padahal, Dayat dan Darmi mengaku tidak pernah terlibat judi online.

>>> Wall Street Melemah, Harga Minyak Naik dan Sikap Hawkish Fed Tekan Saham

Keduanya bahkan tidak bisa membaca dan menulis serta tidak memiliki ponsel pintar.

Bansos Terhenti Sejak Awal 2026

Sebelum dihentikan, Dayat dan Darmi tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima Rp600 ribu setiap tiga bulan.

Namun, bantuan tersebut tidak lagi diterima sejak awal 2026. Padahal, berdasarkan data, mereka masih berada dalam desil 1, kelompok masyarakat dengan kesejahteraan terendah.

Bagi Dayat dan Darmi, bansos sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan ekonomi.

>>> Google Maps Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America untuk Pengguna AS

Persoalan muncul ketika status penerima bantuan berubah karena adanya indikasi aktivitas judi online pada data penerima.

Pemdes Klarifikasi ke Pemerintah Pusat

Pemerintah Desa Kayugeritan berupaya mengklarifikasi data keduanya kepada pemerintah pusat.

Pemdes telah membuat surat sanggahan dan klarifikasi bermaterai yang menyatakan Dayat dan Darmi tidak terlibat judi online.

"Keduanya tidak terlibat judi online dan bahkan tidak memiliki ponsel pintar," demikian inti klarifikasi yang disampaikan pemerintah desa.

>>> Mahalini Ungkap Alasan Sering Diam Saat Bertemu Artis Senior

Surat sanggahan telah diajukan kepada Kementerian Sosial, tetapi belum ada tindak lanjut yang memberikan kepastian kapan bantuan dapat kembali aktif.

📰 Update Terbaru