Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan siap mengambil langkah timbal balik jika Amerika Serikat kembali memenuhi komitmennya dalam kesepakatan Juni yang bertujuan mengakhiri perang.
Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (1/9) di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan.
Pezeshkian dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT tersebut. Kedua negara sekutu itu akan membahas berbagai isu, termasuk kerja sama bilateral dan situasi regional.
"Saya tegaskan bahwa jika Amerika Serikat kembali pada komitmennya dalam nota kesepahaman tersebut, Republik Islam Iran akan segera mengambil tindakan timbal balik," kata Pezeshkian, seperti dikutip situs kepresidenan Iran.
Nota kesepahaman itu bertujuan mengakhiri permusuhan antara Teheran dan Washington yang dimulai pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Kesepakatan tersebut kemudian gagal, dengan kedua pihak saling menuduh melanggar ketentuannya.
Selat Hormuz tetap menjadi titik perselisihan utama antara Iran dan AS. Kedua negara kembali saling tembak pada Senin setelah lebih dari sebulan relatif tenang.
Teheran mempertahankan penutupan jalur air strategis itu, tetapi menyatakan akan kembali pada komitmennya dalam kesepakatan Juni, termasuk membuka kembali Selat Hormuz, jika AS melakukan hal yang sama.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mendesak AS untuk "kembali pada komitmennya dan apa yang ditandatangani presiden mereka".
>>> Persija Langsung Diuji Borneo FC di Laga Perdana Super League
"Dalam kasus itu, semuanya bisa kembali ke jalur yang benar," katanya.