Meski pengembangannya sempat terkendala masalah pendanaan dan teknis, Su-57 telah diujicobakan dalam operasi nyata di Suriah dan disebut-sebut akan menjadi pusat dari strategi pertahanan udara Rusia di masa depan.
Diamnya UAC dan Strategi Rahasia Rusia
Sampai saat ini, UAC dan Rostec belum mengonfirmasi pengiriman unit baru ini. Sikap diam ini bisa jadi bagian dari kebijakan informasi ketat Rusia, terutama menyusul sanksi Barat yang membatasi akses teknologi untuk industri pertahanannya. Namun, analis menduga bahwa peningkatan produksi Su-57 terkait dengan kebutuhan mendesak VKS untuk memperkuat armada tempur generasi kelima, terutama setelah kehilangan beberapa pesawat canggih seperti Su-35 dalam konflik di Ukraina.
Selain itu, munculnya dua unit baru ini mungkin juga terkait dengan rencana Rusia mengekspor varian Su-57 ke negara mitra seperti Algeria atau India. Meski India sempat mundur dari proyek FGFA (Fifth Generation Fighter Aircraft) bersama Rusia, minat terhadap teknologi siluman tetap tinggi.
Apa Arti Keberadaan Mereka?
- Peningkatan Kapasitas Produksi: Jika sebelumnya Rusia hanya memproduksi 2-3 unit Su-57 per tahun, kemunculan nomor bort 25 dan 26 bisa menandakan percepatan produksi.
- Persiapan Operasi Strategis: Pesawat ini mungkin dipersiapkan untuk tugas khusus, seperti membawa rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal atau misi pengintaian elektronik.
- Propaganda Teknologi: Rusia mungkin ingin menunjukkan bahwa sanksi Barat tidak menghentikan kemajuan industri pertahanannya.
Meski Su-57 dianggap sebagai pesawat canggih, kemampuan silumannya masih diragukan oleh analis Barat. Laporan dari Pentagon menyebutkan bahwa desain Su-57 belum sepenuhnya memenuhi standar "stealth" seperti F-22 atau F-35 AS. Selain itu, keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada komponen impor (seperti chip elektronik) bisa menghambat produksi massal.
Kemunculan dua Su-57 dengan nomor bort merah 25 dan 26 memperkuat kesan bahwa Rusia serius memodernisasi kekuatan udaranya, meski di tengah tekanan internasional. Namun, tanpa transparansi dari UAC atau Kementerian Pertahanan Rusia, status pasti kedua pesawat ini tetap menjadi misteri. Satu hal yang pasti: Su-57 akan terus menjadi simbol ambisi teknologi dan militer Moskow di kancah global.
Lagi-lagi, Rusia membuktikan bahwa diam bukan berarti tak bergerak. Apakah kita sedang menyaksikan persiapan sebuah kejutan strategis? Hanya waktu yang akan menjawab.