Biodata Tampang Muhammad Rifqi Maulana Lengkap dari Umur, Agama dan IG, Pemilik Akun Tiga Dewa Adventure Indonesia
Siapa Pemilik Akun Tiga Dewa Adventure Indonesia? Ini Sosok Muhammad Rifqi Maulana yang Kini Jadi Sorotan karena Kasus Booking Lahan Camp
Nama Tiga Dewa Adventure Indonesia belakangan menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan pecinta alam dan pendaki gunung. Komunitas pendakian asal Semarang ini terseret dalam kontroversi terkait dugaan booking lahan camp di beberapa gunung populer di Jawa Tengah seperti Gunung Merbabu dan Gunung Sindoro.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video dari akun TikTok @siputgunung.id viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah pendaki kesulitan mencari tempat untuk mendirikan tenda karena lahan-lahan strategis telah lebih dulu "dikuasai" oleh rombongan tertentu. Diduga kuat, kelompok tersebut adalah peserta trip dari Tiga Dewa Adventure Indonesia .
Warganet Geram dengan Praktik Booking Lahan
Video tersebut memicu gelombang kemarahan dan kekecewaan dari berbagai pihak, terutama para penggemar alam bebas. Banyak warganet mengecam praktik yang dinilai tidak etis tersebut, mengingat gunung-gunung yang dikunjungi merupakan kawasan konservasi alam yang seharusnya digunakan secara bersama-sama tanpa monopoli.
Akun TikTok resmi komunitas tersebut, @tigadewaadventure , pun menjadi sasaran berbagai komentar pedas dari netizen. Berikut beberapa contoh komentar yang muncul:
"Harga berapa bang perkavling? Mau ambil buat bikin toko madura di sana." — @Binr
"Kak kapan aja jadwalnya tiga dewa ke gunung2 Jateng, mau nyesuain tanggal biar ga ketemu." — @zalnnn
"Ini serius kayak yg dibilang orang2? Suka booking2 lahan buat camp? Gimana ceritanya? Bayar lebih kah di bc? Atau bayar lebih ke warga?" — @Yooloo
"Cara booking gunung gimana bang? Apa ngurus tanah ke notaris juga?" — @IsiRuangan
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggambarkan rasa tidak terima dan kebingungan masyarakat terhadap praktik yang dianggap melanggar norma-norma kependakian.
Siapa Sosok di Balik Tiga Dewa Adventure Indonesia?
Banyak penasaran, siapa sebenarnya pelaku di balik akun Tiga Dewa Adventure Indonesia yang sempat viral karena konten-konten edukasi alam dan promosi open trip?
Setelah dilakukan penelusuran, pemilik akun tersebut adalah Muhammad Rifqi Maulana , seorang lulusan Magister Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang .
Rifqi dikenal aktif dalam dunia kependakian dan lingkungan. Selain menjalankan aktivitas outdoor, ia juga mengelola komunitas yang fokus pada open trip serta edukasi tentang pentingnya menjaga alam dan berkendakian secara bertanggung jawab.
Sebelum kontroversi ini mencuat, Rifqi kerap membagikan dokumentasi perjalanan pendakian, tips safety hiking, hingga promosi wisata alam di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui kanal media sosialnya.
Namun, sejak isu booking lahan camp mencuat, reputasi Rifqi sebagai figur sentral di komunitas tersebut mulai goyah. Ia menjadi target kritik keras dari berbagai pihak, termasuk sesama anggota komunitas pendakian lainnya.
Kontroversi yang Mengundang Refleksi
Kasus ini menjadi titik refleksi bagi seluruh pencinta alam dan pelaku wisata alam. Pendakian gunung bukan hanya soal mencapai puncak atau menikmati keindahan alam, tetapi juga tentang etika, kesopanan, dan saling menghargai antar sesama pengguna ruang alam .
Praktik booking lahan camp yang disinyalir dilakukan oleh rombongan Tiga Dewa Adventure Indonesia dinilai merusak prinsip dasar kependakian, yaitu menggunakan alam secara adil dan tidak merusak .
Selain itu, polemik ini juga membuka pembahasan lebih luas mengenai regulasi dan pengelolaan kunjungan ke kawasan konservasi. Haruskah ada batasan jumlah pengunjung? Bagaimana cara mencegah monopoli lahan oleh kelompok tertentu? Dan apakah cukup hanya mengandalkan kesadaran individu atau perlu regulasi yang lebih ketat?
Tanggung Jawab Sosial Sebagai Influencer Alam Bebas
Sebagai seorang influencer dan pengelola komunitas, Rifqi Maulana tentunya memiliki pengaruh besar di kalangan anak muda yang ingin mencoba pendakian. Oleh karena itu, tanggung jawabnya tidak hanya sebatas menyediakan layanan open trip, tetapi juga memberikan contoh perilaku yang baik dan sesuai kode etik kependakian.
Dengan banyaknya kritik yang datang, ini bisa menjadi momentum introspeksi bagi Rifqi dan seluruh tim Tiga Dewa Adventure Indonesia untuk merevaluasi cara operasional mereka, terutama dalam hal etika dan keberlanjutan.
Pentingnya Edukasi dan Regulasi
Peristiwa ini juga menjadi peluang bagi pihak pengelola taman nasional dan lembaga terkait untuk lebih gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang aturan dan etika berkunjung ke gunung. Selain itu, perlunya sistem pendaftaran atau manajemen jumlah pengunjung agar tidak terjadi penumpukan dan persaingan tidak sehat di lapangan.
Sementara itu, bagi para pendaki dan pelaku wisata alam, momen ini bisa menjadi pengingat bahwa alam adalah milik bersama , dan harus kita jaga bersama dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.