Google kembali menjadi sorotan dengan proyek AI terbarunya bernama Gemini Spark. Teknologi ini dikhawatirkan dapat mengintip data pribadi pengguna tanpa izin yang jelas.
Gemini Spark disebut sebagai pengembangan dari model AI Gemini yang sudah ada. Namun, kemampuan akses datanya yang lebih dalam memicu kekhawatiran para pakar keamanan siber.
Potensi Ancaman Privasi
Menurut laporan yang beredar, Gemini Spark dapat mengumpulkan informasi sensitif seperti riwayat pencarian, lokasi, dan data aplikasi. Hal ini berpotensi disalahgunakan jika tidak diawasi ketat.
Google sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai fitur spesifik Gemini Spark. Namun, perusahaan raksasa teknologi itu menegaskan komitmennya terhadap privasi pengguna.
Para ahli menyarankan pengguna untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin akses data. Pengaturan privasi di perangkat dan akun Google sebaiknya diperiksa secara berkala.
Langkah Perlindungan Data
Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi risiko. Pertama, batasi izin aplikasi hanya pada fitur yang benar-benar diperlukan.
Kedua, gunakan kata sandi yang kuat dan aktifkan autentikasi dua faktor. Ketiga, hindari mengklik tautan mencurigakan yang mengarah ke situs tidak resmi.
Selain itu, perbarui perangkat lunak secara rutin untuk menambal celah keamanan. Pengguna juga disarankan membaca kebijakan privasi layanan yang digunakan.
Meski demikian, belum ada bukti konkret bahwa Gemini Spark sudah aktif mengakses data pengguna. Informasi yang beredar masih sebatas spekulasi dari sumber internal.
Google diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi untuk meredakan kekhawatiran publik. Sementara itu, pengguna tetap waspada dan proaktif melindungi data pribadi.