Sementara itu, terkait streamlining melalui skema likuidasi, terdapat 6 entitas TelkomGroup yang telah mencapai tahapan pembubaran yang ditetapkan.
>>> ESDM Dorong Pembangunan Pabrik Bioetanol di Setiap Pulau untuk Target E10
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap relevansi bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusi masing-masing entitas terhadap strategi jangka panjang dan penciptaan nilai secara grup.
Pernyataan Direktur Telkom
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan bahwa penyederhanaan portofolio merupakan langkah strategis untuk membangun organisasi yang semakin lincah dalam menghadapi dinamika industri digital.
"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama," ujarnya.
Seno menambahkan, streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan langkah untuk membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai.
"Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan," jelasnya.
Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, Telkom dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, serta memperkokoh posisi sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.
Prinsip dan Dampak Transformasi
Dalam pelaksanaannya, Telkom memastikan setiap proses streamlining dilakukan secara prudent, akuntabel, dan transparan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR).
Setiap keputusan strategis diambil berdasarkan kajian komprehensif dan berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, DAM, dan BP BUMN.
Sejalan dengan transformasi organisasi, Telkom juga memastikan setiap penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab dengan penghormatan penuh atas hak-hak karyawan terdampak.
Seluruh proses dijalankan secara sukarela dan atas kesepakatan bersama, salah satunya melalui Early Retirement Program (ERP) yang pada tahun 2026 ditujukan pada level OpCo.
Program streamlining merupakan bagian dari target jangka menengah hingga tahun 2030 untuk membangun fundamental perusahaan yang semakin solid.
>>> Panduan Lengkap Login LPDP 2026: Cara Sukses Akses Portal eBeasiswa
Ke depan, Telkom optimistis dapat memperkuat daya saing perusahaan serta meningkatkan kualitas pada area bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan terbaik.
