Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia terbaru mengindikasikan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai kehilangan tenaga.
Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat mengalami penurunan pada Mei. IPR turun 3,5 poin menjadi 223,4 dibandingkan April yang sebesar 226,9.
>>> Mabes TNI Bantah Isu Puluhan Personel Datangi Polda Metro Jaya
Bank Indonesia memperkirakan IPR akan kembali turun menjadi 221,6 pada Juni.
Dengan demikian, dalam dua bulan indeks yang memotret daya beli masyarakat telah menyusut 5,3 poin atau sekitar 2,3% dari posisi April.
Tren penurunan secara tahunan cukup mengkhawatirkan.
>>> Goldman: Ketegangan Hormuz Hambat Pemulihan Pasokan Minyak
Pada April kontraksi mencapai -3,7% secara tahunan, lalu melemah menjadi 0,39% pada Mei, dan diperkirakan masih berlanjut pada Juni menjadi -4,4%.
Hal ini menggambarkan bahwa konsumsi bukan hanya belum pulih, tetapi laju pelemahannya semakin dalam. Secara bulanan, penurunan terlihat lebih ringan.
>>> Meta Batasi Fitur AI Smart Glasses, Buka Opsi Berbayar
Setelah terkontraksi -11,6% secara bulanan pada April, penjualan eceran hanya turun -1,5% pada Mei. Pada Juni diperkirakan kembali menyusut -0,8%.
