Pemulihan pasokan minyak Timur Tengah berisiko terhambat jika ketegangan yang kembali memanas mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, demikian menurut Goldman Sachs Group Inc.
Produksi minyak mentah di Teluk Persia pada Juni masih sekitar 10,5 juta barel per hari di bawah level sebelum perang, menurut perkiraan Goldman.
>>> Megawati Tegaskan PDIP Bukan Partai Oposisi, Singgung Orde Baru
"Meski produsen Timur Tengah telah mulai membuka kembali sumur-sumur mereka yang ditutup selama bulan lalu, gangguan di Selat Hormuz dapat memperlambat pemulihan produksi," kata para analis termasuk Yulia Zhetkova Grigsby dalam catatan tanggal 8 Juli.
>>> OJK Usul Larangan Pengusaha di PFII Himpun Dana dari Luar Kawasan
Pasar energi global terguncang pekan ini akibat bangkitnya konflik antara Washington dan Teheran, yang mendorong harga kontrak berjangka minyak mentah Brent kembali di atas US$80 per barel.
>>> Jadwal Siaran Langsung Argentina vs Swiss Perempat Final Piala Dunia 2026
