“Kami selalu mengalami perpecahan internal karena teknologi era kami, dan melalui proses itu, kami bernegosiasi dan membangun standar baru,” katanya.
“Yang penting adalah norma dan konsensus internal apa yang terbentuk saat kita melewati masa perpecahan ini.”
Hallyu yang Terlokalisasi secara Global
Seiring penyebaran budaya pop Korea secara global, Lee memperkirakan budaya tersebut akan semakin terlokalisasi, berbaur dengan budaya regional.
Ia mencontohkan Panda Express, jaringan Amerika yang menyajikan masakan Tionghoa ala Amerika, sebagai bukti bahwa hibriditas tidak menghilangkan asal-usul.
“Sama seperti identitas Tionghoa dari masakan Tionghoa asli tidak hilang karena Panda Express, identitas Korea yang dibawa seniman Korea dalam hallyu tidak akan hilang saat hallyu menjadi glokal,” ujarnya.
Tantangan yang lebih besar, menurut Lee, terletak pada sikap Korea sendiri terhadap audiens internasional. “Budaya bukanlah milik eksklusif satu pihak,” tegasnya.
“Saat kita jatuh ke dalam perangkap orisinalitas, percaya bahwa hanya kita yang kreatif dan hanya konten K yang terbaik, semua solidaritas dan hubungan yang dibangun dengan fandom global mulai runtuh.”
Penggemar global saat ini bukanlah konsumen pasif yang menerima konten komersial begitu saja, melainkan “kelompok yang matang dan mandiri yang telah memimpin praktik etika global, keragaman budaya, hak asasi manusia, dan saling menghormati melalui jaringan digital,” kata Lee.
“Tugas untuk generasi hallyu berikutnya sudah jelas,” katanya.
“Kita harus meninggalkan arogansi yang hanya menunjukkan ‘milik kita’ dan sebaliknya, menaruh minat mendalam pada budaya dan kehidupan mereka yang telah menerima kita.
Masa depan hallyu harus dirancang ulang dari pemulihan hubungan yang horizontal dan saling timbal balik.”
Melihat satu dekade ke depan, Lee memperkirakan BTS dan ARMY akan terus berevolusi bersama.
“Perjalanan BTS dan ARMY selama 10 tahun terakhir adalah narasi pertumbuhan itu sendiri,” katanya, menelusuri busur dari perlawanan terhadap tekanan sosial, kebingungan dan pengembaraan masa muda, hingga refleksi batin.
>>> Komedian Temon Meninggal di Usia 59 Tahun, Kenang Sosok Penghibur
“Sepuluh tahun dari sekarang, dalam siklus hidup pertumbuhan itu, mereka kemungkinan akan membangun narasi yang sesuai dengan tahap yang telah mereka capai.”
