Pemerintah terus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk meringankan beban ekonomi masyarakat miskin. Program ini dirancang untuk mendongkrak daya beli sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada tahun 2026, terdapat dua jenis bantuan sosial tunai yang bergulir, yaitu BLT Kesra dan BLT Dana Desa.
>>> Ancaman Sanksi Minyak Rusia Persulit Negosiasi Dagang AS-India
Meski sama-sama berupa bantuan tunai, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam operasional dan sasaran.
Apa Itu BLT Kesra?
BLT Kesra merupakan kependekan dari Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat. Bantuan ini dialokasikan khusus untuk menjaga stabilitas daya beli keluarga miskin dan rentan miskin dari tekanan ekonomi.
Penerima manfaat BLT Kesra adalah warga yang datanya tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran bantuan ini adalah kelompok masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.
Sebagai gambaran, pada periode 2025 pemerintah menyalurkan dana sebesar Rp900.000 atau setara Rp300.000 per bulan untuk periode Oktober hingga Desember.
Penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan bank yang ditunjuk sesuai jadwal resmi Kementerian Sosial.
Apa Itu BLT Dana Desa?
BLT Dana Desa atau BLT-DD merupakan program bantuan tunai yang dikelola langsung oleh pemerintah desa.
Sasaran utamanya adalah keluarga miskin atau tidak mampu di wilayah desa setempat yang terdampak situasi ekonomi.
>>> IHSG Tembus Resistance 6.100, Saham Big Caps Jadi Pendorong
Anggaran BLT Dana Desa bersumber dari dana desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Kepala desa memegang tanggung jawab penuh atas pelaksanaan dan penyaluran bantuan ini.
Penerima BLT Dana Desa mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp300.000 setiap bulan. Penyaluran bisa dilakukan rutin setiap bulan atau dirapel sekaligus per tiga bulan.
