Destinasi Baru dan Kuliner
Selain Kuala Lumpur dan Langkawi, Tourism Malaysia mempromosikan destinasi kurang dikenal seperti Sarawak di Pulau Borneo dan Perak di utara.
Sarawak, dengan hutan hujan kuno dan komunitas adat, baru saja mendapat pengakuan UNESCO Global Geopark untuk Sarawak Delta Geopark.
"Jika Anda suka alam, Sarawak adalah destinasi ideal. Kami berharap ada penerbangan langsung dari Korea suatu hari nanti," ujar Kamilia.
Perak dapat dicapai melalui darat dari Kuala Lumpur, cocok untuk perjalanan sehari. Daerah ini terkenal dengan kulinernya.
Minat wisatawan Korea terhadap kuliner Malaysia tumbuh pesat, didorong oleh restoran Malaysia di Seoul dan acara televisi Korea yang menampilkan masakan Malaysia seperti roti canai dan teh tarik.
Durian Musang King premium mendapat sambutan hangat. Tourism Malaysia bahkan mempromosikan paket wisata durian musiman yang memungkinkan wisatawan mengunjungi kebun dan mencicipi buah segar.
Hubungan Korea-Malaysia
Kamilia memiliki hubungan pribadi dengan Korea selama lebih dari 15 tahun. Ia belajar bahasa Korea di Seoul National University pada 2010 sebelum menjabat direktur Tourism Malaysia Seoul.
"Saat pertama kali belajar di sini tahun 2010, banyak orang Korea tidak tahu Malaysia. Sekarang banyak yang bilang sudah pernah ke Malaysia.
Mereka tahu nasi lemak, roti canai, dan masyarakat multikultural kami," kenangnya.
Ia percaya latar belakang itu membantunya memahami wisatawan Korea dan menyesuaikan strategi pemasaran. "Jika mereka punya masukan atau keluhan, saya bisa mengerti dan menyampaikannya ke kantor pusat."
Ke depan, Tourism Malaysia akan mengadakan Malaysia Fair di Dongdaemun Design Plaza Seoul pada November mendatang, menampilkan pertunjukan budaya dan acara promosi.
>>> Wisatawan Mewah Lebih Tertarik ke Pasar Ikan Noryangjin daripada Restoran Mewah
"Kami berharap lebih banyak orang Korea datang dan menemukan bahwa Malaysia menawarkan lebih dari yang mereka ketahui. Selalu ada pengalaman baru yang menanti," tutup Kamilia.
