Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo menilai tidak ada jaminan Indonesia bisa mendapatkan harga minyak mentah dari Rusia yang lebih murah dari harga pasar, meskipun telah ada kesepakatan antarnegara (government to government/G2G).
Hadi yang juga Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) mengatakan minyak mentah Eastern Siberia Pacific Ocean (ESPO) yang diimpor Indonesia termasuk kategori crude premium sehingga harganya relatif tinggi.
>>> 5 Rekomendasi HP Oppo Kamera Premium, Hasil Foto Super Jernih
Menurut Hadi, transaksi pembelian tetap dilakukan antarkorporasi. Mekanisme penentuan harga mengacu pada praktik perdagangan internasional dan karakteristik masing-masing jenis minyak mentah.
>>> Cara Tambah Siswa Baru di Dapodik 2027, Auto Sinkron ke Server Pusat
"ESPO itu minyak high grade, karena beda karakter minyak, beda pula harga sesuai spesifikasinya. Jadi tidak bisa dibandingkan.
>>> Twibbon Hari Anak Nasional 2026: Link Gratis dan Cara Pasang Mudah dalam 2 Menit
Walaupun ada kesepakatan G2G, tetap dalam perdagangan internasional kalkulasinya didasarkan pada kesepakatan korporasi sebagai pelaksana. Kesepakatan G2G hanya bicara alokasi," kata Hadi saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).
