unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pertunjukan Harian Warisan Budaya Korea di Sidang Komite Warisan Dunia

Pertunjukan Harian Warisan Budaya Korea di Sidang Komite Warisan Dunia

Pertunjukan Harian Warisan Budaya Korea di Sidang Komite Warisan Dunia
Ilustrasi: Pertunjukan Harian Warisan Budaya Korea di Sidang Komite Warisan Dunia
A A Ukuran Teks16px

Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia yang berlangsung di Busan menjadi ajang promosi warisan budaya takbenda Korea melalui pertunjukan harian.

Acara bertajuk Korea Intangible Cultural Heritage Performing Arts Market Showcase digelar setiap pukul 13.00 waktu setempat di Korea Stage, Exhibition Center 1, BEXCO.

>>> Museum Sejarah Seoul Hadirkan Pengalaman AR untuk Napak Tilas Masa Lalu

Pertunjukan berlangsung setiap hari kecuali Rabu, dengan jadwal terakhir pada Senin pekan depan. Setiap hari menampilkan dua hingga empat pertunjukan dari para pelestari warisan budaya.

Jadwal Pertunjukan

Kamis, 23 Juli, dibuka dengan ritual 'Yowangmaji' dari Jeju yang dipersembahkan oleh Jeju Chilmeoridang Yeongdeunggut Preservation Association.

Ritual ini dilakukan untuk memohon perlindungan dewa laut dan hasil tangkapan melimpah.

Acara dilanjutkan dengan grup musik tradisional Pan membawakan perkusi berjudul 'IMPRESSION', serta ritual perdukunan 'Namhaean Byeolsingut: Ollim Chum & Subu Sinawi' dan drama tari topeng 'Suyeong Yaryu' dari Busan.

Jumat, 24 Juli, menampilkan lagu rakyat gunung 'Seonsori Santaryeong', festival musim panas 'Miryang Baekjung Nori', drama tari topeng 'Halmi and Yeonggam Gwajang', dan tarian kontemporer 'Birth: My Innermost Rite' oleh kelompok dukun dan musisi BLUECHANT.

>>> Seoul Science Center Perpanjang Jam Operasional untuk Festival Musim Panas Interaktif

Sabtu, 25 Juli, dimulai dengan tari topeng 'Eunyul Talchum' yang berasal dari Provinsi Hwanghae, Korea Utara.

Kemudian tarian istana 'Cheoyongmu' dari era Silla yang telah masuk daftar UNESCO, musik klasik sarjana Joseon, dan 'Donghae VIbE' yang terinspirasi ritual perdukunan pantai timur.

Minggu, 26 Juli, dibuka dengan 'Korea, Where Folk Songs Live' oleh penyanyi Nam Kyeong-woo, dilanjutkan drama tari topeng 'Goseong Ogwangdae' dari Gangwon, dan lagu kerja komunal 'Gudeuk Mangkkae Sori' yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya Busan sejak 2001.

Senin, 27 Juli, sebagai hari terakhir, menampilkan 'Jindo Dasiraegi' yang menghibur keluarga berduka, tarian pedang 'Jinju Sword Dance' yang ditetapkan sebagai warisan nasional pada 1967, dan 'The Song of Rijin' oleh kelompok vokal Rijinga.

>>> Seoul Rekomendasikan 5 Jalur Hutan Seoul Trail untuk Musim Panas

Produksi baru NIHC berjudul 'Hexagram 22' yang terinspirasi heksagram ke-22 Kitab I Ching juga menjadi acara kunci dan telah habis terjual.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot