Austria secara resmi mengubah tempat kelahiran Adolf Hitler menjadi kantor polisi pada Rabu (22/7/2026).
Langkah ini diambil untuk menghilangkan daya tarik bangunan tersebut sebagai lokasi ziarah bagi mereka yang mengagungkan diktator Nazi.
>>> AS-Iran Memanas, Jalur-Jalur Nadi Minyak Timteng Makin Tersendat
Bangunan di Braunau am Inn, dekat perbatasan Jerman, itu merupakan tempat Hitler lahir pada 20 April 1889.
Keluarganya pindah ke tempat lain di kota yang sama setelah beberapa bulan.
Sebuah batu peringatan tetap berada di luar rumah dengan tulisan: "Untuk kebebasan, demokrasi, dan kemerdekaan. Tidak akan ada lagi fasisme.
Jutaan orang mati mengingatkan kita."
Renovasi dan Biaya
Renovasi bangunan memakan waktu beberapa tahun dan menghabiskan biaya sekitar 20 juta euro (Rp 340 miliar). Proses ini didahului oleh sengketa kepemilikan yang berlarut-larut.
Pada 2017, pengadilan tertinggi Austria memutuskan pemerintah berhak mengambil alih bangunan setelah pemiliknya menolak menjual. Usulan untuk merobohkannya akhirnya dibatalkan.
Sejak 1972, bangunan itu disewa oleh Kementerian Dalam Negeri Austria untuk mencegah penyalahgunaan.
Tempat tersebut sempat disewakan ke berbagai organisasi amal, namun kosong setelah pusat perawatan orang dewasa dengan disabilitas pindah pada 2011.
>>> BI Targetkan QRIS Bisa Dipakai di India, Arab Saudi, dan Hong Kong
Perubahan Desain
Bangunan yang sebelumnya berwarna kuning oker kini dicat putih. Jendela lengkung diganti dengan bentuk persegi panjang sederhana, dan fasad diperpanjang ke atas.
Puing-puing konstruksi dibuang di lokasi rahasia agar tidak menjadi sumber memorabilia Nazi.
Langkah ini diambil karena di masa lalu, ekstremis sayap kanan sering berfoto, mengambil batu sebagai suvenir, serta meletakkan bunga dan karangan bunga di lokasi tersebut.
Pada 2024, empat orang Jerman tertangkap meletakkan mawar putih di ceruk jendela dan berpose, termasuk seorang wanita yang memberi hormat ala Hitler.
Tanggapan Pemerintah
Menteri Dalam Negeri Austria Gerhard Karner mengatakan, "Republik Austria, negara bagian, dan kabupaten menghadapi warisan ini, warisan mengerikan dari masa ini, dan berkomitmen untuk menanganinya.
Ini termasuk rumah ini dan alamat ini."
Pemerintah Austria menyatakan kehadiran polisi sebagai penjaga kebebasan sipil adalah penggunaan terbaik untuk bangunan tersebut. Namun, kritikus menilai bangunan dalam presentasinya saat ini kurang konteks sejarah.
>>> Gemini AI Makin Populer di Asia Tenggara, Indonesia Paling Sering Generate Foto
Sebuah komisi ahli menolak usulan menjadikan bangunan itu sebagai museum. Mereka justru merekomendasikan desain ulang yang tidak mudah dikenali.

