Gangguan pelayaran di titik-titik utama perdagangan minyak di Timur Tengah makin memanas seiring berlanjutnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Kapal-kapal di Laut Merah melakukan manuver yang tidak biasa, sementara lalu lintas yang teramati melalui Selat Hormuz menurun drastis.
Di Laut Merah, setidaknya satu kapal berbalik arah menuju utara ke Terusan Suez. Kapal-kapal lain menghentikan sementara perjalanan mereka, menurut data pelacakan maritim.
Perubahan rute ini terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman mengancam akan memblokade semua kapal yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi.
Situasi ini membuat importir bahan bakar Asia rentan terhadap volatilitas energi global. Sebelumnya, ekspor minyak Saudi dari Laut Merah sempat mencapai rekor sebelum ancaman Houthi.
Pembeli Asia masih mengirim tanker ke Laut Merah untuk mengangkut minyak Saudi, meskipun risiko keamanan meningkat.