Penggunaan kecerdasan buatan di Asia Tenggara terus meluas. Tidak hanya untuk mencari informasi atau membantu pekerjaan, AI kini mulai merambah aktivitas kreatif sehari-hari.
Hal itu terungkap dalam laporan Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dirilis Google.
>>> Moto Pad 70 Groove Resmi Meluncur Juli 2026, Tablet dengan 9 Speaker JBL
Laporan tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat di kawasan ini memanfaatkan Gemini AI dengan kebiasaan yang berbeda di setiap negara.
Secara global, Gemini AI telah memiliki sekitar 900 juta pengguna di 230 negara.
Di Asia Tenggara, Google mengklaim platform AI miliknya menjadi salah satu layanan dengan pertumbuhan adopsi paling cepat.
Indonesia Paling Aktif Hasilkan Gambar
Indonesia memiliki pola penggunaan yang unik. Masyarakat Indonesia tercatat paling sering memanfaatkan Gemini untuk membuat gambar melalui fitur Nano Banana.
Menurut temuan Google, pengguna di Indonesia melakukan sekitar 9 juta permintaan generate foto setiap harinya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.
>>> Dua Trem Tabrakan di Jembatan Ikonik Rotterdam, 15 Terluka
Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, mengatakan tingginya angka itu menunjukkan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap AI untuk kebutuhan kreatif.
“Setiap hari, Gemini AI menghasilkan 9 juta gambar untuk mewujudkan ide-ide pengguna di Indonesia. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara,” ujar Sapna Chadha.
Pengguna di Indonesia dikenal aktif menggunakan smartphone untuk berbagai kebutuhan digital. AI menjadi alat yang mudah dijangkau ketika seseorang ingin mengubah ide sederhana menjadi visual.
Google juga menemukan bahwa 82 persen pengguna Indonesia mengakses Gemini melalui ponsel untuk membuat gambar berdasarkan ide spontan.
>>> Komite Senat AS Akan Beri Suara pada RUU Larangan Mobil China
Hal ini menunjukkan Gemini AI tidak hanya digunakan untuk produktivitas, tetapi juga sebagai asisten kreatif.
