"Kami percaya bahwa setiap orang memiliki alasan untuk berlari. Ada yang mengejar personal best, menjaga kesehatan, atau ingin menikmati setiap prosesnya.
Melalui kolaborasi Jenius by SMBC Indonesia bersama Make-A-Wish®️ Indonesia dalam program Lari Lebih Berarti, kami ingin mengajak para pelari memaknai setiap langkah lebih dari sekadar mencapai garis finis.
Setiap kilometer yang ditempuh juga dapat menjadi bentuk kepedulian dengan membantu mewujudkan harapan anak-anak dengan penyakit kritis melalui donasi.
Semangat ini sejalan dengan peran Jenius by SMBC Indonesia yang mengajak masyarakat digital savvy keluar dari pola pikir yang sama melalui inovasi dan solusi yang relevan.
Karena kami percaya, lari bukan hanya tentang mencapai tujuan untuk diri sendiri, tetapi juga tentang menciptakan dampak yang berarti bagi sesama," ujar Febri.
Program ini menjadi bagian dari upaya Jenius untuk menghadirkan inovasi yang relevan bagi masyarakat digital savvy.
Tidak hanya melalui layanan keuangan digital tetapi juga lewat aktivitas yang memberikan nilai sosial bagi masyarakat.
Kolaborasi Jenius dan Make A Wish Hadirkan Dampak Sosial
Chief Marketing Communication Make A Wish Indonesia, Miranti Hadisusilo, menyambut baik kolaborasi tersebut.
Menurutnya, setiap harapan yang berhasil diwujudkan memiliki arti besar bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan penyakit kritis beserta keluarganya.
>>> Prabowo Sebut Jurnalis dan LSM sebagai 'Londo Ireng' Modern
"Di Make-A-Wish®️ Indonesia, kami percaya bahwa setiap harapan memiliki kekuatan untuk menghadirkan semangat, kebahagiaan, dan optimisme baru bagi anak-anak dengan penyakit kritis serta keluarga mereka.
Melalui kolaborasi dalam program Lari Lebih Berarti, kami berharap semakin banyak pelari terinspirasi untuk mengambil bagian dalam perjalanan mewujudkan harapan anak-anak berpenyakit kritis.
Setiap langkah menuju garis finis pada offline race di Lombok dan Bandung bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa harapan baru bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit kritis," ujar Miranti.
