Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi kekeringan meteorologis menjelang puncak musim kemarau yang dipicu El Nino pada Agustus-September 2026.
Berdasarkan data per 20 Juli 2026, sebanyak 72,8% wilayah Indonesia atau 509 zona musim telah memasuki musim kemarau.
Hanya 11% wilayah yang masih mengalami hujan, seperti sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
Seluruh wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara telah memasuki musim kemarau dengan tingkat kekeringan tinggi.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang sudah mengalami kemarau untuk menghemat air dan menggunakannya secara bijak.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari jika memungkinkan.
Sebelumnya, BMKG merilis peringatan dini bahwa musim kemarau berpotensi berlangsung sangat panjang hingga awal 2027.
Sebanyak 98% zona musim berpotensi mengalami kekeringan dengan tingkat moderat, sementara 62% zona musim bisa mengalami kekeringan tingkat kuat.