unique visitors counter
⌂ Beranda News Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung

Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung

Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung
Ilustrasi: Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung
A A Ukuran Teks16px

Di bawah rencana baru, sebagian Bantargebang sudah ditutup dengan terpal, dan pejabat berharap dapat menutup lebih banyak area.

Asikin memperkirakan biaya penutupan sisa area pembuangan bisa mencapai 200 miliar rupiah ($12 juta).

Nasib Pemulung yang Tidak Pasti

Indonesia menghadapi dilema saat mencoba melakukan reformasi pengelolaan sampah terbesar dalam beberapa dekade sambil melindungi mata pencaharian sekitar 600.000 pemulung.

Di Bantargebang saja, lebih dari 4.000 pemulung terdaftar bekerja di antara truk, ekskavator, dan gunungan sampah setiap hari.

Barang yang mereka kumpulkan dijual ke jaringan pedagang dan bisnis daur ulang.

Wencih mengaku khawatir tidak bisa memberi makan keluarganya setelah kebijakan baru diterapkan.

Ia tinggal sendirian di kamar sewaan dekat TPA dan mengirim uang untuk kedua putrinya yang tinggal di kampung.

Asikin mengatakan pemerintah ingin meningkatkan kondisi pemulung yang sudah mendapat perlindungan kerja dan layanan kesehatan melalui program jaminan sosial nasional.

>>> Harga Resmi Lepas L8 Rp589 Juta OTR Jakarta, Tak Berubah dari GJAW 2025

Ia yakin kebijakan baru akan menciptakan lapangan kerja formal yang lebih aman di bidang daur ulang dan pengomposan.

Bunin, seorang ketua RT berusia 53 tahun yang tinggal di dekat TPA, mengatakan meskipun TPA menyebabkan polusi, juga menciptakan peluang bisnis seperti sewa rumah dan warung makan bagi pemulung.

TPA di Ambang Batas

Bantargebang mencakup sekitar 110 hektar dan telah menjadi gunung buatan setinggi 60 meter, kira-kira setinggi gedung 20 lantai.

Sekitar 7.500 ton sampah tiba setiap hari dari Jakarta.

Kepala TPA Agung Pujo Winarko mengatakan longsor yang dipicu hujan deras pada Maret lalu menewaskan tujuh orang, menunjukkan risiko dari skala TPA yang sangat besar.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot