unique visitors counter
⌂ Beranda News Rusia Tuduh Pendiri Telegram Bantu Terorisme, Masukkan ke Daftar Buronan

Rusia Tuduh Pendiri Telegram Bantu Terorisme, Masukkan ke Daftar Buronan

Rusia Tuduh Pendiri Telegram Bantu Terorisme, Masukkan ke Daftar Buronan
Ilustrasi: Rusia Tuduh Pendiri Telegram Bantu Terorisme, Masukkan ke Daftar Buronan
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Beberapa platform media sosial populer seperti Facebook, Instagram, dan X telah dilarang di Rusia. YouTube diperlambat, sementara Signal dan Viber diblokir.

WhatsApp dan Telegram juga dibatasi.

Rusia sebelumnya mencoba memblokir Telegram antara 2018-2020 namun gagal. Meskipun masih mungkin menghindari pembatasan dengan VPN, banyak VPN juga rutin diblokir.

alt mid

Di sisi lain, Rusia aktif mempromosikan aplikasi perpesanan nasional bernama MAX yang dikritik karena berpotensi digunakan untuk pengawasan.

Platform itu secara terbuka menyatakan akan membagikan data pengguna kepada pihak berwenang jika diminta.

Durov juga menghadapi penyelidikan kriminal di negara lain.

alt mid

Pada 2024, ia ditangkap di Paris atas tuduhan platformnya digunakan untuk aktivitas ilegal, termasuk perdagangan narkoba dan distribusi gambar pelecehan seksual anak.

>>> FINI Minta Masa Transisi Ekstraksi LTJ, Smelter Nikel Belum Siap

Pada Maret 2025, Durov mengatakan telah kembali ke Dubai setelah menghabiskan beberapa bulan di Prancis.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot