>>> Ledakan Tambang Batu Bara di Pakistan Tewaskan 34 Pekerja
Pada April lalu, Presiden Tesla China, Allan Wang Hao, mengatakan Gigafactory Shanghai berpotensi memproduksi robot humanoid di masa depan.
Hal ini mendukung ambisi CEO Elon Musk untuk mengubah Tesla menjadi perusahaan AI fisik. Namun, Tesla belum mengkomersialkan Optimus hingga saat ini.
Sebelumnya, Xpeng menyatakan menargetkan produksi lebih dari 1.000 robot humanoid per bulan pada akhir 2026.
Perusahaan yang berbasis di Guangzhou itu mengatakan kapasitas manufakturnya akan membuka jalan bagi peluncuran global Iron, robot humanoid generasi berikutnya, dengan pengiriman komersial diproyeksikan pada 2027.
Produsen mobil China bersaing dengan Tesla dalam perlombaan untuk mendominasi AI fisik, yaitu integrasi perangkat lunak cerdas ke dalam robotika dan mesin.
Persaingan ini terjadi di tengah ketegangan teknologi AS-China yang semakin intensif.
Pada Desember lalu, Musk mendukung Iron milik Xpeng di media sosial sambil memprediksi perusahaan China akan mendominasi pasar robotika global bersama Tesla.
Sektor robot humanoid menjadi salah satu area di mana AS dan China berusaha unggul.
Minggu ini, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) secara efektif melarang impor model baru robot humanoid dan quadruped dari negara tertentu, termasuk China.
Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap kemajuan pesat China di sektor ini.
China memiliki keunggulan dalam rantai pasokan robotika, terutama karena manufaktur domestik skala besar dengan komponen berkualitas tinggi dan biaya efisien.
>>> Realisasi DMO Minyakita Menurun, Kemendag Ungkap Penyebabnya
Saat ini, China memiliki hampir 100 produsen robot humanoid, mencakup lebih dari 70 persen pasar global, menurut Lu Hancheng, mantan direktur Institut Penelitian Industri Robot Gaogong di Shenzhen.
