unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Ancam Serang Ladang Energi Negara Lain jika AS Melancarkan Serangan Baru

Iran Ancam Serang Ladang Energi Negara Lain jika AS Melancarkan Serangan Baru

Iran Ancam Serang Ladang Energi Negara Lain jika AS Melancarkan Serangan Baru
Ilustrasi: Iran Ancam Serang Ladang Energi Negara Lain jika AS Melancarkan Serangan Baru
A A Ukuran Teks16px

Iran memperingatkan akan membalas secara tegas setiap "tindakan petualang" Amerika Serikat. Peringatan ini disampaikan menyusul ancaman serangan baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap target-target Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan hal tersebut dalam panggilan telepon terpisah dengan pejabat tinggi Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Sabtu.

>>> Spanyol Pasang Penghalang Laut di Perbatasan Ceuta-Maroko Setelah Gelombang Migran Tewaskan 67 Orang

Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah tentara Kuwait mengatakan telah menghancurkan drone musuh yang diluncurkan Iran ke sejumlah fasilitas vital.

Dalam percakapan dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Araqchi menegaskan Iran akan merespons tegas setiap "agresi".

Ia juga membahas konsekuensi dari "tindakan destabilisasi" AS serta prospek meningkatnya ketidakamanan regional, seperti dikutip dari akun Telegram Araqchi.

Kepada Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, Araqchi menyampaikan bahwa setiap serangan oleh AS dan Israel atau partisipasi negara-negara kawasan dalam aksi tersebut akan dihadapi dengan "respons yang setimpal".

Nournews, media yang berafiliasi dengan badan keamanan tertinggi Iran, pada Sabtu menyatakan bahwa serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran akan memicu serangan Iran ke ladang minyak di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta ladang gas Qatar dan Israel.

"Semua akan dibakar menjadi abu," demikian pernyataan tersebut.

Tekanan Ekonomi dan Politik

Harga minyak tetap tinggi sejak AS dan Israel memulai perang dengan serangan ke Iran pada 28 Februari.

Trump berargumen bahwa tujuannya mencegah Iran memiliki senjata nuklir membenarkan kenaikan biaya bahan bakar dalam jangka pendek.

Namun, tekanan ekonomi telah memberikan tekanan politik pada Trump untuk mencari cara mengakhiri perang.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot