Hal ini agar lebih dekat dengan permukiman warga.
Pemerintah memanfaatkan basis data Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga per pembaruan 10 Juli.
Data ini merupakan hasil kolaborasi bersama Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Rachmi menjelaskan bahwa KDKMP yang sudah ada bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan.
Jika di desa ada KDKMP yang besar, memiliki tempat luas, gudang cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal penerima, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur.
Perhatian Khusus untuk Daerah Terpencil
Untuk daerah terpencil seperti Papua, Bapanas menginstruksikan Bulog wilayah setempat guna mempercepat distribusi armada angkutan dan logistik gudang.
Rachmi menegaskan bahwa jumlah penerima bantuan pangan masih sama dengan tahap pertama sebelumnya, yaitu 33.244.408 penerima.
Sebelumnya, penyaluran bantuan pangan tahap pertama alokasi Februari dan Maret 2026 telah terealisasi 99,7 persen.
Program tersebut menyasar 33,14 juta KPM serta menyalurkan 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng.
Pemerintah daerah bersama pihak Perum Bulog diimbau segera melakukan koordinasi dan pengecekan kualitas beras sebelum proses distribusi dimulai.
>>> Iran Ancam Serang Ladang Energi Negara Lain jika AS Melancarkan Serangan Baru
Rachmi juga meminta Bulog wilayah Papua untuk segera menggerakkan transportasi, angkutan, dan gudang, terutama untuk daerah-daerah terpencil.
