Iran dan Oman dilaporkan telah mencapai kemajuan menuju kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hal ini berpotensi menjadi terobosan yang dapat membantu mengakhiri perang di Timur Tengah.
Dua pejabat regional mengatakan kepada Associated Press bahwa berdasarkan kesepakatan yang sedang dirancang, kapal akan masuk ke Teluk Persia melalui rute yang dikendalikan Iran dan keluar melalui rute yang dikendalikan Oman.
>>> 41 dari 105 Korban TPPO Jaringan Libya Belum Dipulangkan ke Indonesia
Biaya layanan akan dikenakan untuk keamanan dan pelestarian lingkungan maritim.
Negosiasi masih berlangsung dan kesepakatan akhir bisa berbeda bentuk. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena negosiasi sensitif yang terjadi di balik pintu tertutup.
Mereka juga mengatakan bahwa kesepakatan apa pun akan dikaitkan dengan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Kesepakatan yang memformalkan kendali Iran atas selat tersebut akan menjadi kemenangan strategis yang signifikan bagi Teheran.
Pejabat AS Konfirmasi Kemajuan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan di Departemen Luar Negeri bahwa "ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut, tetapi belum final.
Kami berharap itu akan terjadi segera."
Rubio sebelumnya menolak kesepakatan yang memberikan kendali selat kepada Iran, dengan mengatakan bulan lalu bahwa hal itu akan menciptakan "preseden yang sangat berbahaya" bagi bagian lain dunia.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada CNBC bahwa "ada kemungkinan kita bisa mendapatkan kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat dan bergerak menuju posisi yang lebih normal dalam konflik ini."
Ketika ditanya apakah akan ada tol untuk pergerakan melalui selat, Bessent mengatakan: "Saya pikir itu akan menjadi kebebasan bergerak, dan meskipun keadaan masih agak tidak pasti dalam beberapa hari terakhir, kami melihat cukup banyak kapal keluar bahkan sekarang."
