unique visitors counter
⌂ Beranda News 41 dari 105 Korban TPPO Jaringan Libya Belum Dipulangkan ke Indonesia

41 dari 105 Korban TPPO Jaringan Libya Belum Dipulangkan ke Indonesia

41 dari 105 Korban TPPO Jaringan Libya Belum Dipulangkan ke Indonesia
Ilustrasi: 41 dari 105 Korban TPPO Jaringan Libya Belum Dipulangkan ke Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa masih ada 41 dari 105 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jaringan pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) nonprosedural ke Libya yang belum dipulangkan ke Tanah Air.

Saat ini, kepolisian bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memulangkan para korban yang tersisa.

>>> Ekonom: Deflasi Juli Bukti Permintaan Rapuh, Harga Belum Terkendali

"Masih ada sekitar 41 orang pada periode kontrak kedua yang belum pulang dan akan dikoordinasikan oleh semua pihak," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dewa Putu Gede Anom Danujaya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 4 Agustus 2026.

Menurut Dewa, berdasarkan hasil penyidikan Subdirektorat Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya, proses pemulangan korban dilakukan dalam tiga periode sesuai waktu keberangkatan mereka.

Pada periode pertama, Agustus 2023 hingga Juni 2024, terdapat 35 korban dan seluruhnya telah berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Selanjutnya, pada periode kedua, Juli 2024 hingga Maret 2025, tercatat ada 50 korban dengan sembilan orang telah dipulangkan sebelum masa kontrak kerja berakhir.

Periode ketiga, April 2025 hingga Mei 2026, terdapat 20 korban.

>>> MTI: Evaluasi Keselamatan Laut Tak Boleh Fokus pada Operator Saja

Dari jumlah tersebut, lima orang telah dipulangkan sebelum kontrak berakhir, kemudian tiga korban lainnya dipulangkan dalam dua hari terakhir.

"Sedangkan 20 orang pada periode April 2025 sampai dengan Mei 2026, dengan lima orang dipulangkan sebelum masa kontrak berakhir.

Dan ada tiga orang yang dipulangkan kemarin, dua orang, dan satu orang pada siang ini," beber Dewa.

Dewa mengatakan keberadaan 41 korban yang belum dipulangkan masih dalam proses pendataan dan koordinasi.

>>> Harga Minyak Turun, Saham Cetak Rekor karena Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Menurutnya, para korban hingga kini masih tersebar di sejumlah lokasi kerja di Libya sehingga pemulangannya terus dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot