PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan produksi listrik sebesar 2.745 gigawatt-hour (GWh) sepanjang semester I-2026. Angka ini melesat 13,62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Operasi Pertamina Geothermal Energy, Andi Joko Nugroho, mengungkapkan bahwa lonjakan produksi tersebut ditopang oleh kontribusi hampir seluruh pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di wilayah operasi PGEO, seperti Kamojang, Ulubelu, Lahendong, dan Karaha.
>>> AS Dikabarkan Tutup Konsulat di Medan dan Empat Perwakilan Lainnya
"Dalam kinerja kami selama enam bulan pertama di tahun ini, total produksi listrik tercapai sebesar 2.745 GWh.
Pencapaian hingga pertengahan tahun ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,62% di atas pencapaian tahun lalu," ujar Andi dalam agenda Media Briefing di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
>>> Jamwas Usulkan Pemberhentian Sementara Febrie Adriansyah ke Jaksa Agung
Andi menambahkan bahwa pihaknya optimistis produksi listrik dari seluruh PLTP yang dioperasikan PGEO hingga akhir tahun dapat melampaui realisasi tahun lalu sebesar 3,4%, atau menyentuh angka sekitar 5.255 GWh.
>>> Dilema Batu Kapur Cipatat: Debu Harus Berhenti, Perut Warga Tak Boleh Kosong
"Jika diproyeksikan sampai dengan akhir tahun, kami optimis di tahun ini akan achieve 3,4% di atas realisasi tahun lalu, atau mencapai sekitar 5.255 GWh," tambahnya.
