Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memberi tahu Kongres mengenai rencana penutupan lima misi diplomatik di luar negeri.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mengurangi jejak diplomatik AS secara global, menurut sejumlah sumber yang mengetahui pemberitahuan tersebut.
>>> BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
Dalam pemberitahuan yang dikirim ke sejumlah komite Kongres pada akhir pekan lalu, AS berencana menutup perwakilan di St George's, Grenada; Nagoya, Jepang; Medan, Indonesia; Douala, Kamerun; dan Winnipeg, Kanada.
Sumber yang mengetahui pemberitahuan tersebut berbicara dengan syarat anonim karena pemberitahuan itu belum dipublikasikan.
Langkah Langka Pengurangan Misi Diplomatik
Rencana penutupan ini menjadi salah satu contoh langka AS menutup sejumlah misi diplomatik sekaligus.
Langkah ini tidak berkaitan dengan peristiwa geopolitik tertentu, melainkan bagian dari pengurangan jejak diplomatik.
>>> PGEO Usul Pemerintah Tetapkan Feed-in Tariff Listrik Panas Bumi
Pada awal 2025, di bulan-bulan pertama pemerintahan Donald Trump, Departemen Luar Negeri AS mulai mempersiapkan penutupan hampir belasan misi diplomatik di luar negeri.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengubah birokrasi AS agar selaras dengan agenda 'America First'.
Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih bahkan mendorong program penutupan yang lebih ambisius, dengan menargetkan hingga 30 misi diplomatik.
>>> Bessent Soroti Volatilitas Won Korea, Tekankan Pentingnya Yen yang Stabil
Sejumlah pejabat pemerintahan secara tertutup berpendapat bahwa beberapa misi diplomatik berukuran kecil tidak penting dan tidak sebanding dengan biaya operasionalnya.
