unique visitors counter
⌂ Beranda News Dilema Batu Kapur Cipatat: Debu Harus Berhenti, Perut Warga Tak Boleh Kosong

Dilema Batu Kapur Cipatat: Debu Harus Berhenti, Perut Warga Tak Boleh Kosong

Dilema Batu Kapur Cipatat: Debu Harus Berhenti, Perut Warga Tak Boleh Kosong
Ilustrasi: Dilema Batu Kapur Cipatat: Debu Harus Berhenti, Perut Warga Tak Boleh Kosong
A A Ukuran Teks16px

Penutupan sejumlah pabrik pengolahan batu kapur di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, memunculkan dilema yang tak sederhana.

Di satu sisi, penghentian operasional disambut sebagai upaya mengurangi pencemaran debu yang selama bertahun-tahun dikeluhkan warga.

>>> BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Namun di sisi lain, keputusan itu justru membuat roda perekonomian masyarakat tersendat.

Wajah Cipatat kini berada di persimpangan. Debu memang perlahan diharapkan berkurang, tetapi warung-warung kecil mulai kehilangan pembeli.

Pedagang mengeluhkan omzet anjlok, sementara banyak pekerja harus menerima kenyataan dirumahkan.

Debu Masih Menyelimuti Lingkungan

Pantauan Pos Kota di kawasan industri kapur Cipatat, Selasa 4 Agustus 2026, menunjukkan debu putih masih tampak menyelimuti lingkungan.

Pepohonan yang semula hijau berubah kusam, bangunan hingga masjid tertutup lapisan debu.

>>> PGEO Usul Pemerintah Tetapkan Feed-in Tariff Listrik Panas Bumi

Kondisi itu selama ini menjadi bukti nyata dampak aktivitas industri batu kapur terhadap lingkungan.

Dampak Ekonomi bagi Warga

Namun bagi warga yang menggantungkan hidup dari industri tersebut, penutupan pabrik justru memunculkan persoalan baru.

Oom (56), pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan Cipatat, mengaku penghasilannya merosot tajam sejak banyak pekerja pabrik tidak lagi bekerja.

"Ya pendapatan tentu saya menurun. Banyak karyawan yang dirumahkan.

Di kampung atas saja ada dua RW yang hampir semuanya menganggur. Mereka biasanya belanja ke warung saya," ujar Oom.

>>> Bessent Soroti Volatilitas Won Korea, Tekankan Pentingnya Yen yang Stabil

Menurutnya, sebagian besar pelanggan merupakan pekerja pabrik kapur. Ketika aktivitas industri berhenti, jumlah pembeli ikut menghilang sehingga pendapatan pedagang kecil langsung terdampak.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot