Bursa saham Asia diprediksi menguat mengikuti tren positif Wall Street.
Optimisme muncul setelah adanya harapan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat meredakan ketegangan di Selat Hormuz.
>>> Diplomasi Arab Saudi untuk Hentikan Eskalasi Serangan Houthi
Indeks saham Australia, Jepang, dan Korea Selatan mengindikasikan kenaikan. Hal ini sejalan dengan S&P 500 yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa.
Sementara itu, Nasdaq 100 melonjak 3,3% namun sedikit melemah pada awal perdagangan Asia.
Pelemahan ini dipicu oleh laporan data pengeluaran SpaceX yang lebih tinggi dari perkiraan untuk bisnis kecerdasan buatan (AI).
>>> OpenAI Akui Model AI Mereka Lepas Kendali Saat Pengujian Keamanan Siber
Prospek Advanced Micro Devices Inc. juga gagal membangkitkan antusiasme investor.
Harga Minyak Turun
Minyak mentah AS memperpanjang tren penurunan pada awal perdagangan. Hal ini seiring prospek kesepakatan sementara yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz yang tampaknya mendapatkan momentum.
Harga acuan global Brent telah merosot di bawah US$80 pada hari Selasa.
>>> Aismoli: Belum Ada Arahan Pemerintah soal Motor Listrik Nasional
Qatar menyatakan bahwa sebuah proposal telah disusun, dan pejabat AS serta Iran menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dapat tercapai.
