Royal Betrothal menjadi salah satu drama politik kerajaan terbaru yang menarik perhatian pencinta drama China.
Kombinasi alur cepat, jajaran pemain kuat, serta dinamika karakter yang matang menjadi daya tarik utamanya.
>>> Huawei Nova 16 SE Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 8.000 Nits dan Baterai Jumbo 8.500mAh
Sejak episode awal, drama yang dibintangi Wu Jinyan dan Chen Zheyuan ini langsung menyuguhkan intrik politik tingkat tinggi.
Mulai dari skandal kecurangan ujian kerajaan hingga konflik internal militer.
Drama ini juga menceritakan perlawanan terhadap kelompok kriminal geng Huxiao yang disokong Perdana Menteri Kiri Xu Ting (Lu Xing).
Pemberantasan Korupsi
Fokus cerita drama ini pada upaya kaisar muda Ying Gua (Chen Zheyuan) yang menyamar dan lebih dikenal dengan nama He Du saat menyelidiki dugaan korupsi dan penyelundupan senjata prajurit kerajaan.
Ia sudah mengendus bahwa korupsi tersebut terjadi atas pengaruh Perdana Menteri Kiri Xu Ting yang memegang kendali atas enam kementerian dalam pemerintahan.
Kendali tersebut membuat Xu Ting sesungguhnya memiliki kuasa dan pengaruh sangat besar, bahkan secara teknis lebih besar daripada sang Kaisar Muda.
Sehingga, korupsi sudah begitu mengakar dan anak buahnya pun sangat loyal kepadanya.
Hal itu yang kemudian membuat Ying Gua berusaha membongkar semuanya dan mencari bukti menguatkan untuk benar-benar mencabut korupsi dan pengaruh Xu Ting hingga ke akar.
Penguatan Peran Perempuan di Pemerintahan
Drama terbaru Wu Jinyan ini pun mengusung tema women empowerment yang sangat kuat.
Wu Jinyan kembali dipercaya untuk memerankan karakter perempuan yang tak memiliki backingan apa pun mencoba melawan ketidakadilan.
Karakternya, Meng Tinghui, merupakan yatim piatu yang ditangkap geng kriminal dan dilatih untuk menjadi pencuri. Muak dengan situasi itu, Meng Tinghui melakukan perlawanan sendiri yang mengancam nyawanya.
