Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Bernadus Arnanto, akhirnya buka suara terkait lokasi tambang Blok Tanamalia yang masuk ke dalam hutan lindung dan hutan produksi terbatas.
Sebagian area tersebut juga menjadi lokasi perkebunan merica milik masyarakat setempat.
>>> KPK Buka Suara soal Potensi Periksa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Anto, sapaan akrab Bernadus, menegaskan bahwa seluruh pengembangan Blok Tanamalia akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Ia juga menyadari bahwa sebagian lokasi tambang baru perseroan berada di wilayah yang menjadi sumber penghasil warga.
>>> Perang Dagang Trump Dorong Investor Ramai-Ramai ke Batam
Dia mengklaim penyelesaian persoalan tersebut akan diupayakan sebaik mungkin.
"Ya kita gini, intinya kita harus tetap patuh hukum, kemudian kita menyadari ada masyarakat di sana, sebisa mungkin kita upayakan penyelesaiannya adalah penyelesaian yang humanis," kata Bernadus usai Peluncuran dan Diskusi Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
>>> Rupiah Ditutup Menguat, Minat Tinggi pada SRBI Topang Sentimen
Dalam kesempatan yang sama, Anto juga menanggapi kepastian divisi baterai Volkswagen AG (VW), PowerCO, sebagai mitra perseroan dalam pengembangan smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) di Blok Tanamalia.

