"Enam tahun terakhir ini merupakan masa yang sangat menantang bagi industri kami, mulai dari pandemi hingga aksi mogok kerja Hollywood, dan keputusan ini merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian akhir bagi sektor ini."
"Kami yakin industri ini akan menjadi lebih kuat dengan bersatunya Paramount dan Warner Bros. Discovery, dibandingkan jika mereka bersaing secara terpisah," kata Richards.
"Industri saat ini membutuhkan kepastian akhir agar dapat fokus pada hal yang paling utama: memproduksi dan merilis film-film hebat."
Perubahan Pola Pikir Regulasi
Variety menyebut para pelaku bisnis bioskop, eksekutif media, dan analis di Inggris berpendapat kesepakatan ini mencerminkan perubahan pola pikir regulasi yang lebih luas.
Hal ini terjadi di tengah tekanan persaingan yang semakin meningkat dari raksasa streaming global yang dihadapi perusahaan penyiaran Eropa.
>>> Huawei Rilis Power Bank 12.000 mAh dengan Fitur Lacak Offline
"Trennya mengarah pada konsolidasi," ujar Bazalgette, mantan ketua ITV dan penasihat pemerintah yang telah lama berkecimpung di industri kreatif.
"Regulator sempat menghalangi merger-merger semacam ini empat atau lima tahun lalu karena mereka terpaku pada masa lalu dan tidak melihat ke arah masa depan.
Kini, pandangan mereka sudah sangat berbeda."
"Kami bahkan mencantumkan-dengan persetujuan pemerintah-bahwa konsolidasi adalah sesuatu yang perlu terjadi," ujarnya.
"Melakukan merger atau menggabungkan layanan merupakan suatu kebutuhan."
"Terkait persaingan usaha, Paramount sebenarnya tidak terlalu besar. Memang benar mereka akan memiliki Warner Bros.
Discovery sekarang, tapi jika melihat lanskap media Inggris serta peran Netflix, Disney, Apple, dan BBC, sulit untuk mengatakan bahwa konglomerat Skydance secara keseluruhan memegang posisi dominan di pasar Inggris," katanya.
"Mereka sama sekali tidak memiliki posisi dominan. Lihat saja pangsa pasarnya.
