Kanada kembali menghadapi musim kebakaran hutan yang menghanguskan jutaan hektare lahan dan menyelimuti berbagai wilayah dengan asap. Pemerintah pun berupaya membatasi dampak tahunan yang merusak ini.
Meski telah membeli pesawat pemadam baru dan menerapkan strategi pengelolaan hutan untuk melindungi kawasan berpenduduk, para ahli mengingatkan bahwa kebakaran hebat akan tetap menjadi bagian dari kehidupan di Kanada.
>>> Katak Kopi Nokturnal Ditemukan di Kosta Rika
Normand Lacour, yang berkarier puluhan tahun di organisasi pencegahan dan deteksi kebakaran Quebec (SOPFEU), mengatakan, "Kita harus hidup dengan ini."
Kanada memiliki sekitar seperempat luas hutan boreal dunia, dan suhu rata-rata tahunan di negara itu meningkat dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global.
Kondisi ini membuat Kanada sangat rentan terhadap kebakaran hutan yang intens dan meluas.
Tiga musim kebakaran terakhir di Kanada termasuk dalam 10 musim terburuk yang pernah tercatat. Pada 2023, sekitar 18 juta hektare lahan terbakar, hampir seluas Suriah.
Musim panas ini belum mencapai tingkat tersebut, dengan empat juta hektare terbakar sejauh ini, tetapi kerusakan tetap meluas.
Di British Columbia, 15.000 orang diperintahkan mengungsi, sementara kota-kota besar di timur seperti Toronto mengalami kualitas udara terburuk di dunia bulan lalu.
Perubahan Strategi
Pemerintah federal menginvestasikan 227 juta dolar AS (CAD 317 juta) selama lima tahun untuk membangun kapasitas pemadaman kebakaran udara nasional.
Dana tersebut digunakan untuk menyewa 10 pesawat yang siap dikerahkan ke provinsi yang mengalami kebakaran memburuk.
>>> Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta
Ottawa juga mendukung program senilai CAD 150 juta untuk membersihkan material mudah terbakar seperti vegetasi dari kawasan berpenduduk.
Provinsi-provinsi juga meningkatkan kapasitas petugas pemadam, termasuk di Quebec yang menambah staf SOPFEU hingga 40 persen.
