Istana Deoksu di pusat Seoul, yang pernah menjadi saksi akhir Dinasti Joseon (1392-1910), kini dilengkapi teknologi sensor modern untuk menjaga struktur kayu bersejarahnya.
Kantor Pengelola Istana Deoksu, bagian dari Pusat Istana dan Makam Kerajaan di bawah Korea Heritage Service, mengumumkan selesainya pemasangan sistem deteksi penyusup canggih di aula utama istana pada Senin.
>>> Jejak Hutan Menggeser Pantai sebagai Daya Tarik Wisata Pulau di Korea
Sistem ini mencakup sensor gerak inframerah pasif dan unit peringatan otomatis yang dipasang di paviliun bersejarah seperti Junghwajeon, Hamnyeongjeon, dan Seogeodang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya otoritas warisan Korea untuk memodernisasi taktik pelestarian, mengingat arsitektur kayu tradisional Asia Timur rentan terhadap kesalahan manusia dan tindakan perusakan.
Korea pernah mengalami tragedi pada 2008 ketika seorang pembakar membakar Sungnyemun, gerbang kayu berusia 600 tahun yang ditetapkan sebagai Harta Nasional No. 1, menghanguskan struktur kayunya dan memicu upaya rekonstruksi bertahun-tahun.
Kerentanan keamanan juga muncul pada akhir 2023 ketika para pengacau menyemprotkan URL situs streaming ilegal di dinding batu luar Istana Gyeongbok, menunjukkan tantangan mengamankan situs bersejarah yang luas.
Dengan sensor inframerah yang dipasang di aula Deoksu, petugas keamanan kini dapat memantau area sensitif sepanjang waktu tanpa penghalang fisik yang mengganggu pemandangan.
>>> Seoul Luncurkan Lari Malam Bertema Pemandian Umum
Saat sensor mendeteksi gerakan di aula terlarang, speaker jaringan otomatis langsung mengeluarkan peringatan verbal kepada penyusup.
Bersamaan dengan itu, alarm visual dan suara muncul di layar ruang kontrol pusat, memungkinkan petugas merespons dalam hitungan detik.
Direktur Kantor Pengelola Istana Deoksu, Lee Seung-jae, mengatakan tujuan sistem ini adalah pencegahan, bukan sekadar penangkapan.
Dengan mengurangi waktu respons hingga nol, akses tidak sah dapat dicegah sebelum terjadi kerusakan pada struktur bersejarah.
Situs warisan di Asia menghadapi peningkatan pariwisata dan tantangan pelestarian arsitektur kayu tua, sehingga penerapan jaringan sensor pintar di Korea dapat menjadi contoh.
>>> Korea Umumkan Rangkaian Festival Warisan Dunia 2026
Otoritas akan memantau kinerja sistem di Deoksu sebelum mempertimbangkan langkah serupa untuk properti kerajaan bersejarah lainnya di ibu kota.

