unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pramono Anung: Promosi Miras dengan Hafalan Surah Ad-Duha Menodai Agama
News

Pramono Anung: Promosi Miras dengan Hafalan Surah Ad-Duha Menodai Agama

Pramono Anung mengecam promosi miras dengan hafalan Surah Ad-Duha
Pramono Anung: Promosi Miras dengan Hafalan Surah Ad-Duha Menodai Agama
A A Ukuran Teks16px

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengecam aksi promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan dalam festival musik The Sound Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Aksi promosi itu menjadi sorotan setelah penyelenggara membuat tantangan hafalan Surah Ad-Duha dengan hadiah berupa sebotol minuman keras.

Pramono menilai kegiatan tersebut tidak semestinya dilakukan karena membawa unsur keagamaan dalam promosi minuman beralkohol.

"Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat kita jaga bersama di Jakarta," kata Pramono saat ditanya awak media, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pramono menginstruksikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Jakarta, Ali, untuk berkoordinasi dan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Langkah itu termasuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Untuk itu saya akan minta kepada Pak Asisten Kesejahteraan, Pak Ali, untuk segera mengoordinasikan, mengambil tindakan tegas terhadap hal yang tidak boleh terjadi di Jakarta," ujarnya.

Pramono menyesalkan adanya promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan hafalan ayat Al-Quran tersebut.

Pemprov Jakarta akan menindaklanjuti persoalan itu melalui koordinasi internal untuk menentukan langkah terhadap kegiatan promosi yang menuai sorotan publik.

"Sehingga sekali lagi, Pemerintah DKI Jakarta menyesalkan hal itu terjadi di Jakarta," ucapnya.

Tanggapan Penyelenggara The Sound Project

Penyelenggara festival musik The Sounds Project turut angkat bicara mengenai aksi promosi minuman beralkohol yang mengaitkan produk dengan tantangan hafalan Surah Ad-Duha.

Mereka mengecam keras tindakan tersebut dan menilai agama tidak seharusnya dijadikan bagian dari materi promosi produk.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru