unique visitors counter
⌂ Beranda News Gempa Kolombia: 377 Orang Hilang, Pencarian Korban Terus Berlanjut

Gempa Kolombia: 377 Orang Hilang, Pencarian Korban Terus Berlanjut

Gempa Kolombia: 377 Orang Hilang, Pencarian Korban Terus Berlanjut
Gempa Kolombia: 377 Orang Hilang, Pencarian Korban Terus Berlanjut
A A Ukuran Teks16px

Di lokasi tersebut, mereka telah menemukan tujuh korban selamat dan 13 jenazah.

>>> Sistem Desil Jadi Kunci Penentuan Prioritas Penerima Bantuan Sosial

Monica Mina, pemilik restoran berusia 38 tahun, mengatakan kepada Reuters bahwa ia dan koki lain di kota itu bekerja hampir sepanjang waktu untuk mendistribusikan sekitar 1.000 makanan sehari—termasuk telur orak-arik dan potongan daging babi—bagi para penyelamat, petugas medis, dan relawan.

Ujian besar pertama bagi pemerintah baru Kolombia

Di luar kota-kota besar, kelompok penyelamat mengatakan kota-kota kecil dan komunitas masih berjuang dengan sedikit atau tanpa respons dari pemerintah Kolombia.

Nazly Lozano, asisten program Komite Penyelamatan Internasional di kota pelabuhan Buenaventura, barat laut Cali, mengatakan pekerja penyelamat belum mencapai beberapa daerah yang terkena dampak hingga Rabu malam.

Warga setempat terpaksa menggali reruntuhan dengan tangan kosong dalam pencarian korban selamat yang putus asa.

Pekerja IRC mengatakan beberapa lingkungan di Buenaventura tetap tidak dapat diakses karena kelompok bersenjata, beberapa di antaranya menyita sumbangan makanan dan berjanji akan mendistribusikannya sendiri.

Warga masih kekurangan layanan dasar seperti air dan listrik, dan menggunakan kayu bakar untuk memasak makanan, kata para pekerja IRC.

Lebih dari 150 gempa susulan telah tercatat sejak Senin, menambah risiko bagi pekerja penyelamat yang menyisir puing-puing serta orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa awal, yang merupakan salah satu gempa terkuat yang dirasakan di Kolombia dalam beberapa dekade terakhir.

Pemerintah memperkirakan gempa tersebut menghancurkan lebih dari 12.500 rumah.

Presiden Abelardo De La Espriella, yang baru menjabat beberapa hari sebelum bencana, pada Rabu mengatakan akan mengumumkan keadaan darurat ekonomi dan membentuk dana rekonstruksi untuk menyalurkan bantuan domestik dan internasional guna membangun kembali rumah sakit, sekolah, rumah, dan infrastruktur.

Bencana ini menjadi ujian besar pertama bagi presiden konservatif yang berkampanye dengan fokus memangkas belanja publik.

Kini ia menghadapi tugas membiayai bantuan dan rekonstruksi sambil menunjukkan pemerintahannya mampu mengelola krisis nasional.

Pejabat Kolombia juga menanggapi kritik atas penanganan bantuan asing.

>>> Dukung Ruang Aman Anak, Pemprov DKI Hadiri Festival Pahlawan Anak

Mereka menegaskan pemerintah tidak menolak tawaran negara mana pun, tetapi hanya akan menerima tim pencarian dan penyelamatan internasional yang memenuhi standar sertifikasi yang diakui.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot