Gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi membawa kepanikan bagi warga.
Namun, di tengah situasi darurat tersebut, sebuah kisah haru justru datang dari Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.
>>> Trump Bantah Ada Rencana Negosiasi dengan Iran, Hormuz Disebut Masih Ditutup
Seorang ibu bernama Herlina Bunga harus menjalani proses persalinan ketika gempa terjadi.
Saat itu, Herlina sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Paga dan sudah memasuki fase inpartu atau pembukaan lengkap.
Situasi tersebut membuat persalinan tidak mungkin ditunda. Tim tenaga kesehatan kemudian mengambil keputusan untuk membantu proses kelahiran di dalam mobil ambulans.
Keputusan itu menjadi pilihan paling memungkinkan agar Herlina tetap mendapatkan pertolongan medis dengan cepat, sekaligus mengantisipasi kondisi setelah gempa.
Bayi Lahir Selamat di Dalam Ambulans
Di tengah suasana yang masih diliputi kepanikan, Herlina akhirnya melahirkan anak ketiganya secara normal. Melansir dari ctdinsider, persalinan berlangsung pada pukul 09.02 WITA.
>>> Gugatan 29 Negara Bagian AS terhadap Meta Mulai Disidang, Bisa Ubah Instagram dan Facebook
Bayi perempuan yang lahir dalam kondisi darurat tersebut memiliki berat badan 3,6 kilogram dan dilaporkan lahir dengan sehat.
Tangisan pertama sang bayi menjadi momen yang melegakan bagi Herlina, keluarga, dan para tenaga kesehatan yang membantu persalinan.
Kelahiran tersebut kemudian memiliki cerita tersendiri karena terjadi bersamaan dengan bencana gempa yang mengguncang wilayah Flores.
Nama yang Mengabadikan Momen Kelahiran
Sebagai pengingat atas peristiwa yang mengiringi kelahirannya, bayi perempuan tersebut diberi nama Agustin Gempita Aurora. Nama itu menjadi bagian dari cerita keluarga Herlina.
>>> 5 HP Murah 1 Jutaan Terbaik 2026: 5G, Layar 120Hz, dan Baterai 6000 mAh
Bukan hanya karena kelahirannya berlangsung dalam situasi tidak biasa, tetapi juga karena sang bayi lahir ketika masyarakat di sekitarnya sedang menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi.

